
Pantau - Akademisi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh Prof Hafas Furqani menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk mengendalikan inflasi tahunan Aceh yang mencapai 5,84 persen pada Juni 2026, lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,34 persen.
Inflasi Dipicu Pangan dan Gangguan Distribusi
Hafas mengungkapkan, "Dengan langkah yang terkoordinasi antara pemerintah daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pelaku usaha, dan masyarakat, inflasi dapat dikendalikan tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat."
Ia menjelaskan inflasi Aceh yang melampaui angka nasional perlu menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, kenaikan harga di Aceh didominasi komoditas pangan sehingga persoalan utama berada pada sisi produksi dan distribusi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, penyumbang utama inflasi berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, terutama beras, cabai merah, serta komoditas pangan lainnya.
Ia juga menilai dampak banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025 yang belum sepenuhnya pulih masih mengganggu pasokan dan distribusi barang.
Hafas mengungkapkan, "Aceh juga masih memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap pasokan dari luar daerah untuk sejumlah komoditas strategis."
Penguatan Ketahanan Pangan Dinilai Jadi Solusi
Hafas menilai inflasi yang tinggi berpotensi menurunkan daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpendapatan rendah, karena kenaikan harga kebutuhan pokok tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan.
Ia berpendapat solusi yang dibutuhkan tidak hanya melalui operasi pasar, tetapi juga penguatan ketahanan pangan daerah, perbaikan rantai pasok, dan peningkatan produktivitas ekonomi lokal.
Hafas mengungkapkan, "Apabila produktivitas sektor-sektor tersebut ditingkatkan, maka Aceh tidak hanya mampu menekan inflasi, tetapi juga menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan."
Ia juga mengingatkan rendahnya produktivitas serta tingginya biaya logistik, transportasi, dan distribusi dapat mengganggu stabilitas harga di Aceh.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





