
Pantau - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan Indonesia menargetkan menjadi salah satu dari lima besar ekonomi dunia pada 2045 dengan menjadikan sektor manufaktur dan industri sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi, sebagaimana disampaikannya dalam Forum Bisnis Dialog Industri Rusia–Indonesia pada ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia.
Manufaktur Jadi Kunci Mencapai Target Ekonomi 2045
Agus menegaskan target tersebut hanya dapat dicapai apabila sumber daya alam diolah di dalam negeri melalui pembangunan industri manufaktur berskala besar yang terus meningkatkan produktivitas dengan dukungan teknologi.
Ia mengungkapkan, "Indonesia memiliki target pada tahun 2045 menjadi lima besar ekonomi di dunia, dan target tersebut hanya dapat dicapai apabila sektor manufaktur, sektor industri menjadi penggeraknya, mengolah sumber daya yang ada di Indonesia, diolah di Indonesia, membangun manufaktur berskala besar yang terus-menerus meningkatkan produktivitas melalui teknologi,"
Menurut Agus, penguatan sektor industri menjadi kunci dalam mewujudkan target tersebut melalui hilirisasi sumber daya alam dan transformasi industri berbasis teknologi.
Agus juga menyampaikan bahwa keanggotaan Indonesia di BRICS membuka peluang kerja sama multilateral yang dapat mendukung transformasi industri nasional.
Tawarkan Investasi Hilirisasi Nikel dan Kerja Sama Industri
Dalam forum tersebut, Agus menawarkan peluang investasi di sektor hilirisasi mineral, khususnya nikel, mengingat Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia serta telah mengembangkan berbagai fasilitas pengolahan seperti smelter, kilang pemurnian, dan industri bahan baku baterai.
Ia mengajak investor untuk berpartisipasi dalam pembangunan smelter, fasilitas pemurnian, industri prekursor, dan industri material baterai.
Menurut Agus, kerja sama tersebut akan memberikan kepastian pasokan bahan baku bagi investor sekaligus mendorong transfer teknologi ke Indonesia serta meningkatkan investasi jangka panjang.
Selain hilirisasi mineral, peluang kerja sama juga terbuka di sektor manufaktur, energi, petrokimia, dan industri galangan kapal.
Indonesia turut menawarkan kawasan industri yang telah dilengkapi berbagai insentif investasi untuk mendukung pembentukan usaha patungan di sektor otomotif, elektronik, dan mesin.
Agus menegaskan peluang kerja sama industri tidak terbatas pada satu sektor tertentu, melainkan berfokus pada pembentukan model kemitraan yang mampu menciptakan nilai tambah bagi kedua negara.
INNOPROM 2026 Jadi Momentum Perluas Kerja Sama Indonesia-Rusia
Sebelumnya, Agus menilai keikutsertaan Indonesia sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 merupakan momentum strategis untuk memperkuat kerja sama industri, perdagangan, investasi, dan pengembangan teknologi dengan Rusia serta negara-negara di kawasan Eurasia.
Sekitar 50 perusahaan industri nasional ikut berpartisipasi dalam INNOPROM 2026 dengan harapan dapat memperluas akses pasar produk Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing produk manufaktur nasional di pasar global.
Ia mengungkapkan, "Kepercayaan yang diberikan oleh Rusia kepada Indonesia tidak boleh kita sia-siakan. Tidak boleh kita sia-siakan, manfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan Merah Putih, untuk kepentingan Indonesia,"
Pemerintah menargetkan INNOPROM 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk nasional, tetapi juga membuka peluang lahirnya berbagai kerja sama baru di sektor industri.
Produk Indonesia yang dinilai memiliki peluang besar memasuki pasar Rusia dan Eurasia meliputi makanan dan minuman, furnitur, serta berbagai produk manufaktur lainnya.
Di sisi lain, Indonesia juga melihat peluang memperkuat kolaborasi dengan Rusia yang dinilai memiliki kemampuan maju di bidang industri galangan kapal, material industri, dan teknologi manufaktur.
- Penulis :
- Leon Weldrick





