HOME  ⁄  Ekonomi

OJK Dorong Penguatan Literasi Keuangan di Tengah Meningkatnya Inklusi Keuangan Digital

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

OJK Dorong Penguatan Literasi Keuangan di Tengah Meningkatnya Inklusi Keuangan Digital
Foto: (Sumber :(Kiri-Kanan) Komisaris Independen Easycash Nadjib Riphat Kesoema, President United In Diversity (UID) Foundation Tantowi Yahya, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali Parjiman dan Komisaris Utama Easycash Jimmy Muhamad Rifai Gani berfoto bersama.(2/7/2026). ANTARA/HO-Easycash..)

Pantau - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan peningkatan inklusi keuangan nasional harus diimbangi dengan penguatan literasi keuangan agar masyarakat mampu memanfaatkan layanan keuangan digital secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.

OJK Soroti Kesenjangan Literasi dan Inklusi Keuangan

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis OJK bersama Badan Pusat Statistik (BPS), indeks inklusi keuangan nasional mencapai 80,51 persen, sedangkan indeks literasi keuangan berada di angka 66,46 persen.

“Meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital merupakan perkembangan yang positif. Namun, akses tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman yang memadai agar masyarakat mampu mengenali manfaat, risiko, hak, dan kewajibannya sebagai konsumen,” ungkap Kepala OJK Provinsi Bali Parjiman.

Parjiman mengatakan kolaborasi antara industri, asosiasi, organisasi nirlaba, dan institusi pendidikan diperlukan untuk memperkuat literasi keuangan, terutama bagi generasi muda agar mampu mengambil keputusan finansial secara bijak dan terhindar dari layanan keuangan ilegal.

Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Mercy Simorangkir juga menilai literasi keuangan perlu diperkenalkan sejak dini agar generasi muda memahami manfaat dan risiko layanan keuangan digital.

“Kami tidak hadir untuk mendorong adik-adik memanfaatkan layanan keuangan tertentu. Tujuan kami adalah memperkuat pemahaman mereka tentang pengelolaan keuangan pribadi, mengenalkan apa itu fintech, apa manfaat dan risikonya, serta kapan dan bagaimana layanan ini dapat dimanfaatkan secara tepat,” ujarnya.

Easycash Kenalkan Mojang dan ChatPindar

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan UID Talk x Easycash bertajuk Adulting 101: How to Spend Smart and Manage Wisely yang digelar di UID Bali Campus, Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali.

Dalam kegiatan itu, PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) memperkenalkan Modul Bijak Keuangan (Mojang) serta ChatPindar sebagai platform literasi keuangan berbasis kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).

Komisaris Utama Easycash Jimmy Muhamad Rifai Gani mengatakan Mojang disusun bersama Aftech dan International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia sebagai panduan edukasi finansial yang praktis bagi generasi muda.

“Menjaga reputasi kredit yang baik sejak dini bukan hanya tentang memenuhi kewajiban pembayaran, tetapi juga membangun fondasi kepercayaan yang akan membuka lebih banyak peluang finansial di masa depan, baik untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan usaha, maupun memenuhi berbagai kebutuhan produktif lainnya,” tutur Jimmy.

Penulis :
Ahmad Yusuf