
Pantau - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Rabu sore melemah 34 poin atau 0,19 persen menjadi Rp18.014 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di level Rp17.980 per dolar AS.
Eskalasi Konflik AS-Iran Tekan Pergerakan Rupiah
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipicu oleh serangan Amerika Serikat terhadap Iran yang meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan global.
Ia mengungkapkan, “Komando Pusat AS (Centcom) mengatakan telah memulai serangkaian serangan terhadap Iran, yang bertujuan untuk memberikan apa yang digambarkan sebagai ‘biaya berat’ atas serangan Teheran terhadap pelayaran komersial.”
Eskalasi konflik yang terus berlanjut memunculkan kekhawatiran terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran mengenai potensi gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.
Serangan Amerika Serikat terjadi tidak lama setelah pemerintah AS mencabut konsesi penting yang memungkinkan Iran menjual minyak di pasar internasional.
Langkah tersebut diperkirakan akan membuat pasar minyak menjadi lebih ketat dalam beberapa pekan ke depan.
Sebelumnya, Iran dilaporkan menyerang kapal-kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz pada pekan ini.
Serangan tersebut meningkatkan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Ketegangan tersebut juga menambah ketidakpastian terhadap keamanan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.
Ibrahim Assuaibi mengatakan, “Babak permusuhan terbaru berpotensi merusak kesepakatan tersebut, dengan pembicaraan perdamaian di masa depan antara kedua negara kini tampak tidak pasti.”
Sentimen The Fed dan JISDOR Ikut Menjadi Perhatian Pasar
Selain faktor geopolitik, pergerakan rupiah juga dipengaruhi oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.
Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat bertenor 10 tahun naik 5,5 basis poin menjadi 4,525 persen.
Meski demikian, pasar uang masih skeptis terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga oleh The Fed pada pertemuan Juli.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September mendekati 60 persen.
Ibrahim Assuaibi mengatakan, “Para pedagang sekarang mengalihkan perhatian mereka ke notulen rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di bulan Juni, yang akan dirilis nanti malam pada Kamis dini hari pukul 01.00 WIB, untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut tentang pemikiran The Fed.”
Sementara itu, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga melemah pada perdagangan hari ini.
JISDOR berada di level Rp18.005 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di level Rp17.988 per dolar AS.
- Penulis :
- Shila Glorya





