HOME  ⁄  Ekonomi

Pemkab Jepara Tunggu Petunjuk Teknis Kopdes Merah Putih sebagai Offtaker Hasil Tangkapan Nelayan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemkab Jepara Tunggu Petunjuk Teknis Kopdes Merah Putih sebagai Offtaker Hasil Tangkapan Nelayan
Foto: (Sumber :Koperasi desa kelurahan merah putih (KDKMP). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif..)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat terkait peran Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai offtaker atau pembeli tetap hasil tangkapan nelayan.

Menunggu Kepastian Pengelola Kampung Nelayan

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Jepara Zamroni Lestiaza mengatakan Kabupaten Jepara telah memiliki Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Bumiharjo, Kecamatan Keling.

"Kabupaten Jepara memang memiliki Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Bumiharjo, Kecamatan Keling. Namun, belum bisa dipastikan operatornya nanti diserahkan ke koperasi desa kelurahan merah putih (KDKMP) atau ada operator tersendiri," ungkap Zamroni.

Ia menjelaskan kampung nelayan tersebut telah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti pabrik es, cold storage, dan docking kapal nelayan.

Pemerintah daerah juga mengusulkan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) untuk melengkapi fasilitas kawasan tersebut.

Selain menjadi pusat transaksi hasil tangkapan nelayan, kawasan KNMP juga akan dilengkapi kios kuliner guna mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Pembangunan Gedung Kopdes Terus Berjalan

Pemkab Jepara berencana mengembangkan konsep Kampung Nelayan Merah Putih di wilayah pesisir lainnya, seperti Ujungbatu, Mororejo, dan Bondo.

Di sisi lain, pembangunan gedung KDKMP masih terus berlangsung bersamaan dengan persiapan sumber daya manusia yang akan menjadi pengurus dan pengelola koperasi.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes) Kabupaten Jepara Moh Ali mengatakan dari 119 lokasi pembangunan gedung KDKMP, sebanyak 60 lokasi telah rampung dibangun.

Ia menambahkan masih terdapat 31 desa yang belum memiliki lahan pembangunan gedung koperasi, sedangkan 10 desa lainnya telah memiliki lahan, namun luasnya belum memenuhi kebutuhan pembangunan.

Penulis :
Ahmad Yusuf