HOME  ⁄  Ekonomi

OJK Sebut Risk and Governance Summit 2026 Perkuat Tata Kelola Demi Pertumbuhan Berkelanjutan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

OJK Sebut Risk and Governance Summit 2026 Perkuat Tata Kelola Demi Pertumbuhan Berkelanjutan
Foto: (Sumber :Ketua Dewan Audit OJK Sophia Wattimena (tengah) di Jakarta, Jumat (10/7/2026). ANTARA/Indra Arief Pribadi..)

Pantau - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan Risk and Governance Summit (RGS) 2026 akan menjadi ajang penguatan tata kelola di industri jasa keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui kolaborasi regulator, pelaku industri, asosiasi profesi, dan pemangku kepentingan.

RGS 2026 Bahas Tata Kelola dan Transparansi

Ketua Dewan Audit OJK Sophia Wattimena mengatakan RGS 2026 akan menjadi forum untuk membahas perkembangan serta praktik terbaik di bidang governance, risk, and compliance (GRC).

"Kalau kita bicara masalah governance, kita perlu juga melihat konteks dan ekosistemnya," ungkap Sophia.

RGS 2026 mengusung tema Future-Ready Governance for Sustainable Growth and National Prosperity dan dijadwalkan berlangsung pada 14 Juli 2026.

Menurut Sophia, forum tersebut juga menghadirkan praktisi dan pakar dari dalam maupun luar negeri untuk berbagi pengalaman mengenai perkembangan tata kelola serta kebijakan internasional yang relevan bagi Indonesia.

"Apakah unsur ini sudah kita antisipasi, sudah kita ada atau belum. Itu kita juga belajar," ujarnya.

Sesi pertama RGS akan mengangkat tema Strategic Transparency: Redefining Trust and Long-Term Organizational Value yang membahas transparansi strategis, tata kelola risiko, akuntabilitas, serta peran audit internal.

Sesi kedua bertajuk Ethics in Action: Building a Values-Driven Culture for Sustainable Performance akan membahas tata kelola berbasis etika dan pembangunan budaya organisasi untuk mendukung kinerja berkelanjutan.

OJK Tampung Masukan Peserta

Sophia menjelaskan OJK akan menghimpun masukan dari peserta melalui survei atau kuesioner pada akhir kegiatan untuk kemudian dikompilasi dan disampaikan kepada jajaran OJK serta asosiasi sektor keuangan terkait.

"Nanti kita akan kumpulkan masukan dari para audiens. Masukan itu akan kita kompilasikan, kita sampaikan kepada kepala eksekutif dan juga asosiasi," katanya.

Ia menambahkan masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat regulasi maupun implementasi tata kelola di sektor jasa keuangan.

"Dengan mengombinasikan semua unsur ini, nanti kita bisa mendapatkan masukan, apa misalnya ada pengaturan yang perlu kita perkuat. Atau kalau pengaturannya sudah ada, yang mana penguatan implementasinya," ujar Sophia.

RGS 2026 merupakan puncak rangkaian kegiatan Road to RGS yang berlangsung sepanjang tahun, meliputi forum penguatan fungsi GRC, kelas anti-fraud, pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme (APU-PPT), risiko siber, kegiatan di kampus, serta kompetisi karya inovasi.

Penulis :
Ahmad Yusuf