HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp18.090 per Dolar AS Dipicu Meningkatnya Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Rupiah Melemah ke Rp18.090 per Dolar AS Dipicu Meningkatnya Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah
Foto: (Sumber :Karyawan menunjukkan angka pada kalkulator di gerai penukaran uang asing Dolarasia Money Changer Cibubur, di Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). FOTO/Darryl Ramadhan/kye)

Pantau - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin (13/7/2026) pagi melemah 25 poin atau 0,14 persen menjadi Rp18.090 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.065 per dolar AS, dipicu meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi kembali meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah kembali meningkatnya tensi geopolitik di Timteng yang menyebabkan lonjakan pada harga minyak mentah dunia,” ungkap Lukman.

Ketegangan meningkat setelah Iran menyatakan telah melancarkan serangan terhadap situs militer Amerika Serikat di Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, dan Oman sebagai balasan atas serangan AS terhadap sejumlah target di Iran.

Amerika Serikat juga dilaporkan kembali melancarkan serangan di beberapa wilayah selatan Iran pada Senin pagi.

Media pemerintah Iran, IRIB, melaporkan sejumlah ledakan terjadi di Bandar Abbas, Sirik, Pulau Qeshm, dan Jask di Provinsi Hormozgan.

Kantor Berita Mehr juga melaporkan ledakan di Bushehr dan Kangan.

Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga mencermati rilis data inflasi Amerika Serikat untuk Juni yang dijadwalkan terbit besok.

Lukman menyebut inflasi diperkirakan turun 0,1 persen secara month on month dan dari 4,2 persen menjadi 3,9 persen secara year on year.

Berdasarkan perkembangan tersebut, ia memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak pada kisaran Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS.

Penulis :
Ahmad Yusuf