HOME  ⁄  Ekonomi

Pengamat IPB Nilai Ekspor Beras ke Singapura Jadi Momentum Ubah Citra Indonesia di Pasar Pangan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pengamat IPB Nilai Ekspor Beras ke Singapura Jadi Momentum Ubah Citra Indonesia di Pasar Pangan
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Sejumlah pekerja mengangkut karungan beras di gudang Bulog Kompleks Pergudangan Argapura, Jayapura, Papua, Senin (6/7/2026). ANTARA/Harianto.)

Pantau - Pengamat Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Prima Gandhi menilai rencana ekspor 10 ribu ton beras ke Singapura menjadi momentum penting untuk mengubah narasi Indonesia dari negara importir menjadi pemain yang lebih percaya diri di pasar pangan kawasan.

Prima Gandhi mengatakan meski volume ekspor relatif kecil dibandingkan produksi nasional maupun perdagangan beras dunia, langkah tersebut memiliki makna simbolis sebagai penanda meningkatnya kepercayaan terhadap kemampuan neraca beras Indonesia.

"Rencana ekspor 10 ribu ton beras ke Singapura secara simbolik bisa menjadi momentum penting untuk mengubah narasi Indonesia dari importir menjadi pemain yang lebih percaya diri di pasar pangan kawasan," ungkap Prima.

Ia menjelaskan stok beras nasional secara kuantitatif dinilai sangat memadai karena stok awal 2026 mencapai 12,53 juta ton dengan proyeksi produksi sebesar 34,7 juta ton sepanjang tahun.

Menurutnya, dengan konsumsi beras nasional sekitar 2,59 juta ton per bulan, stok akhir tahun diperkirakan tetap tinggi hingga mencapai 16,19 juta ton sehingga ekspor tidak akan mengganggu pasokan dalam negeri.

Prima menyebut cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog telah mencapai sekitar 5,3 juta ton hingga Juli 2026 atau menjadi level tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan stok nasional.

Ia menilai rencana ekspor sebanyak 10 ribu ton ke Singapura hanya mencakup porsi yang sangat kecil dari total stok sehingga secara teknis tidak mengancam ketahanan pangan nasional.

Meski demikian, Prima mengingatkan kecukupan stok tidak hanya diukur dari besarnya volume nasional, tetapi juga pemerataan distribusi, keterjangkauan harga, dan kemudahan akses masyarakat terhadap beras di seluruh wilayah Indonesia.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Aditya Yohan