
Pantau - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Senin sore melemah 44 poin atau 0,24 persen menjadi Rp18.109 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp18.065 per dolar AS.
Konflik Timur Tengah Tekan Pergerakan Rupiah
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi oleh aksi saling serang rudal dan drone antara Amerika Serikat dan Iran.
Ia mengungkapkan, "Teheran menargetkan fasilitas AS di negara-negara di seluruh Teluk pada hari Minggu (12/7) dan mengatakan bahwa mereka telah kembali menutup Selat Hormuz."
Konflik yang kembali memanas tersebut menimbulkan keraguan terhadap masa depan perjanjian sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang ditandatangani pada bulan lalu.
Perjanjian sementara itu bertujuan membuka kembali Selat Hormuz sekaligus mengakhiri perang setelah 60 hari negosiasi lanjutan.
Penutupan kembali Selat Hormuz memunculkan lagi kekhawatiran terhadap potensi guncangan inflasi global.
Ekspektasi Suku Bunga Fed Menguat
Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.
Ibrahim Assuaibi mengatakan, "Risalah dari pertemuan Fed bulan Juni yang dirilis pekan lalu telah menunjukkan beberapa pembuat kebijakan percaya ada alasan untuk menaikkan suku bunga, sementara para pejabat secara umum menyatakan kekhawatiran yang lebih besar atas tekanan inflasi bahkan ketika kekhawatiran tentang pasar tenaga kerja mereda."
Sementara itu, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga melemah ke level Rp18.131 per dolar AS dari Rp18.069 per dolar AS pada perdagangan sebelumnya.
- Penulis :
- Shila Glorya





