
Pantau - Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif (Sesmen Ekraf) Dessy Ruhati mengatakan implementasi pembiayaan dan permodalan dalam ekosistem ekonomi kreatif terus didorong melalui berbagai skema yang disesuaikan dengan tingkat kematangan usaha, dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tetap menjadi instrumen utama yang hingga semester I 2026 telah menjangkau 93.182 pelaku usaha dengan nilai pembiayaan mencapai Rp5 triliun.
Dessy mengatakan, "Hal tersebut menunjukkan bahwa KUR tetap menjadi instrumen utama bagi pengembangan UMKM ekonomi kreatif. Namun, bagi kami keberhasilan KUR tidak hanya diukur dari besarnya kredit yang disalurkan."
Menurut Dessy, keberhasilan penyaluran KUR dinilai dari kemampuan pembiayaan dalam meningkatkan kapasitas usaha.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembiayaan juga diukur dari kemampuan pelaku usaha memperluas pasar.
Dessy menegaskan pembiayaan dinilai berhasil apabila mampu mendorong pelaku usaha naik kelas.
KUR Tetap Menjadi Instrumen Utama Pembiayaan
Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong penerapan jalur pembiayaan yang memungkinkan pelaku usaha berkembang mulai dari usaha rintisan hingga memasuki pasar modal.
Pada tahap awal, pelaku usaha dapat memperoleh pembiayaan melalui KUR sebelum berkembang melalui investasi.
Bagi pelaku usaha yang telah berkembang lebih besar, pasar modal dinilai menjadi akses pembiayaan yang sesuai dengan tingkat kematangan usaha.
Menurut Dessy, pasar modal merupakan bentuk pembiayaan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi usaha yang telah berkembang.
Masuknya pelaku ekonomi kreatif ke pasar modal disebut menjadi indikator meningkatnya daya saing usaha kreatif Indonesia.
Dessy mengatakan, "Dengan demikian, keberhasilan pembiayaan tidak berhenti pada saat kredit dicairkan, tetapi diukur dari kemampuan usaha untuk tumbuh secara berkelanjutan."
Security Crowdfunding Jadi Alternatif Pendanaan
Selain KUR, Kementerian Ekonomi Kreatif juga mendorong alternatif pendanaan melalui skema security crowdfunding.
Hingga saat ini, skema security crowdfunding telah menghimpun pendanaan sebesar Rp36 miliar.
Sebanyak 19 pelaku usaha ekonomi kreatif telah memperoleh pendanaan melalui skema tersebut.
Skema security crowdfunding memberikan kesempatan kepada pelaku usaha kreatif yang memiliki prospek baik untuk memperoleh pendanaan langsung dari masyarakat.
Pendanaan melalui security crowdfunding dilakukan melalui platform yang telah diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dessy mengatakan, "Perkembangan pembiayaan melalui skema ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai memiliki kepercayaan yang semakin besar terhadap usaha-usaha kreatif Indonesia. Ke depan, skema seperti ini akan terus kami dorong sebagai alternatif pembiayaan dan permodalan yang melengkapi sistem."
Dessy juga mengatakan penerapan prinsip "Right Financing for the Right Business Stage" dapat menjadi tolok ukur agar pelaku usaha memperoleh jenis pembiayaan yang sesuai dengan tingkat kematangan usahanya.
Ke depan, pemerintah tidak hanya berfokus pada ketersediaan sumber pendanaan dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif.
Pemerintah juga akan membangun keterhubungan antarberbagai skema pembiayaan agar pelaku usaha lebih mudah menemukan jalur pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan usahanya.
- Penulis :
- Leon Weldrick





