
Pantau - Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti menyatakan Indonesia dan Selangor, Malaysia, memperkuat kemitraan strategis melalui peningkatan perdagangan, investasi, pengembangan industri strategis, dan pembangunan sumber daya manusia sebagai upaya memperkuat kolaborasi ekonomi kawasan ASEAN.
Pernyataan tersebut disampaikan Roro Esti dalam keterangan di Jakarta pada Senin, 13 Juli 2026.
Roro Esti mengatakan hubungan ekonomi Indonesia dan Selangor semakin erat karena didukung kedekatan geografis, konektivitas logistik yang kuat, serta struktur ekonomi yang saling melengkapi.
Nilai perdagangan Indonesia dan Malaysia pada 2025 mencapai 24,22 miliar dolar AS yang mencerminkan hubungan dagang kedua negara terus berkembang dan menjadi fondasi kolaborasi yang lebih luas di kawasan ASEAN.
Penguatan Perdagangan dan Investasi
Saat menerima kunjungan Menteri Besar Selangor Dato Seri Amirudin Bin Shari di Jakarta pada Rabu, 8 Juli 2026, Roro Esti mengungkapkan, “Indonesia memandang Selangor sebagai salah satu mitra ekonomi paling strategis di Malaysia.”
Ia menilai kedekatan geografis, konektivitas logistik, dan struktur ekonomi yang saling melengkapi menjadi modal membangun rantai pasok regional yang lebih tangguh sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Roro Esti juga mengapresiasi penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi Bisnis Internasional Selangor (SIBS) @ ASEAN 2026: Edisi Bandung yang untuk pertama kalinya digelar di luar Malaysia dengan Indonesia sebagai tuan rumah.
Pemerintah menilai penyelenggaraan kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk mempererat hubungan antarpelaku usaha sekaligus membuka peluang perdagangan dan investasi baru di kawasan ASEAN.
Wakil Menteri Perdagangan menegaskan pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui kebijakan perdagangan yang adaptif.
Ia menambahkan peningkatan hubungan ekonomi akan semakin optimal apabila didukung kolaborasi aktif antarpelaku usaha melalui kemitraan business-to-business (B2B) yang berkelanjutan.
Kerja Sama Industri, SDM, dan Ketahanan Pangan
Indonesia dan Selangor juga sepakat memperluas kerja sama di berbagai sektor strategis, meliputi industri semikonduktor, manufaktur bernilai tambah, dirgantara, maintenance, repair, and overhaul (MRO), pusat data, ekonomi digital, logistik, dan pengembangan infrastruktur.
Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing industri sekaligus meningkatkan integrasi rantai pasok regional.
Dalam pengembangan sumber daya manusia, Indonesia menyambut baik tawaran Pemerintah Selangor untuk mendukung pengembangan talenta Indonesia di sektor semikonduktor melalui program pelatihan yang melibatkan perusahaan-perusahaan teknologi global.
Kedua pihak juga sepakat memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan vokasi melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja, transfer teknologi, dan pertukaran pengetahuan guna menciptakan tenaga kerja yang siap menghadapi kebutuhan industri masa depan.
Di sektor ketahanan pangan dan energi, Indonesia dan Selangor melihat peluang besar melalui penguatan rantai pasok pangan, perdagangan komoditas strategis, kerja sama energi, serta pengembangan cadangan pangan yang lebih tangguh sebagai respons terhadap dinamika ekonomi global.
Dalam kesempatan tersebut, Roro Esti mengundang Pemerintah Selangor beserta pelaku usaha Malaysia untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Tangerang, Banten.
Kehadiran delegasi Selangor diharapkan memperluas jejaring bisnis, mempertemukan pelaku usaha kedua negara, serta menghasilkan peluang perdagangan dan investasi yang lebih besar.
Roro Esti menegaskan, “ASEAN akan semakin kuat apabila negara-negara anggotanya saling melengkapi, memperkuat rantai pasok regional, dan membangun kemitraan yang saling menguntungkan. Indonesia berkomitmen untuk terus memperdalam kerja sama dengan Malaysia, termasuk Selangor, guna menciptakan kawasan yang lebih tangguh, inovatif, dan kompetitif.”
- Penulis :
- Leon Weldrick





