
Pantau - Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan mengawal pemanfaatan anggaran pendapatan dan belanja negara sebesar Rp504,8 miliar untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Cucupam, Kecamatan Tetap, Kabupaten Kaur, Bengkulu, guna memastikan proyek strategis tersebut segera beroperasi dan manfaatnya dirasakan masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Bengkulu Mohamad Irfan Surya Wardhana mengatakan Sekolah Rakyat tersebut dirancang sebagai pusat pendidikan terpadu.
Ia mengungkapkan, "Sekolah ini dirancang menjadi pusat pendidikan terpadu yang sangat komprehensif. Saat ini berbagai fasilitas utama seperti gedung sekolah, asrama siswa, tempat tinggal untuk guru, tempat ibadah atau masjid, dan dapur telah berdiri."
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, progres pembangunan fisik telah mencapai 93,69 persen dan melampaui target awal.
Pemerintah menargetkan sekolah mulai beroperasi pada 14 Juli 2026 dengan menerima 270 siswa baru pada jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas.
Irfan menjelaskan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kaur telah menyerap 1.360 tenaga kerja harian.
Ia mengatakan, "Melalui pengawalan bersama dan kolaboratif ini, kami berharap operasional Sekolah Rakyat di Kabupaten Kaur dapat berjalan lancar. Kehadiran fasilitas pendidikan berskala besar ini merupakan bukti nyata kehadiran negara, melalui dana APBN, dalam mewujudkan pemerataan pendidikan berkualitas di wilayah Provinsi Bengkulu."
Program Sekolah Rakyat di Provinsi Bengkulu juga disiapkan di Kabupaten Bengkulu Tengah, Kepahiang, Bengkulu Selatan, Kaur, dan Bengkulu Utara sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
- Penulis :
- Aditya Yohan





