HOME  ⁄  Ekonomi

Menaker Yassierli Bahas Pengembangan Keterampilan pada Pertemuan LEMM BRICS 2026 di India

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menaker Yassierli Bahas Pengembangan Keterampilan pada Pertemuan LEMM BRICS 2026 di India
Foto: (Sumber :Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam acara Peningkatan Produktivitas dan Pelindungan Pekerja dalam Mendukung Transformasi Ketenagakerjaan Nasional di Medan, Sumatera Utara, Selasa (7/7/2026) malam. ANTARA/HO-Kemnaker RI.)

Pantau - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli akan membahas pengembangan keterampilan dan sejumlah isu strategis ketenagakerjaan dalam Labour and Employment Ministers' Meeting (LEMM) BRICS yang berlangsung pada 15–16 Juli 2026 di India sebagai bagian dari penguatan kerja sama internasional di bidang ketenagakerjaan.

Indonesia Dorong Kolaborasi Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Menaker Yassierli mengatakan keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut menjadi langkah untuk memperluas kemitraan internasional sekaligus meningkatkan kolaborasi menghadapi dinamika ketenagakerjaan global.

Ia mengungkapkan, “Forum BRICS menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat kerja sama internasional di bidang ketenagakerjaan. Melalui forum ini, Indonesia dapat bertukar pengalaman, memperluas kolaborasi, serta memperkuat sinergi dalam merumuskan kebijakan yang adaptif terhadap perubahan dunia kerja.”

Menurut Yassierli, LEMM BRICS menjadi wadah bagi para menteri ketenagakerjaan negara anggota untuk memperkuat kerja sama dan membahas berbagai tantangan dunia kerja yang terus berkembang.

Forum tersebut akan membahas empat isu strategis, yakni penguatan jaminan sosial dan formalisasi pasar kerja, peningkatan partisipasi perempuan dan inklusi dalam angkatan kerja, kerja sama peningkatan daya saing melalui pemetaan dan pengembangan keterampilan, serta pemanfaatan teknologi digital bagi seluruh pekerja termasuk pekerja gig dan platform.

Siap Berbagi Praktik Baik di Forum BRICS

Yassierli menilai tantangan ketenagakerjaan semakin kompleks, mulai dari transformasi pasar kerja, perubahan kebutuhan kompetensi, hingga perlunya memperluas perlindungan bagi pekerja sehingga kerja sama antarnegara menjadi semakin penting.

Ia mengatakan, “Indonesia siap berkontribusi secara aktif dalam setiap pembahasan serta berbagi praktik baik yang telah dilakukan untuk mendukung terwujudnya dunia kerja yang lebih inklusif, produktif, tangguh, dan berkelanjutan.”

Menurut Yassierli, LEMM BRICS juga menjadi momentum bagi negara-negara anggota untuk memperkuat kesamaan pandangan dalam menyikapi perkembangan ketenagakerjaan sekaligus memperdalam pemahaman mengenai berbagai pendekatan menghadapi perubahan dunia kerja.

Penulis :
Aditya Yohan