HOME  ⁄  Ekonomi

IIF Himpun Pendanaan Rp655,5 Miliar untuk Perkuat Pembiayaan Infrastruktur Berkelanjutan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

IIF Himpun Pendanaan Rp655,5 Miliar untuk Perkuat Pembiayaan Infrastruktur Berkelanjutan
Foto: (Sumber :Presiden Direktur sekaligus Chief Executive Officer PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) Rizki Pribadi Hasan (kiri) menerima penghargaan Innovative Deal of the Year pada ajang Asian Banking and Finance Corporate and Investment Banking Awards 2026 untuk IIF. ANTARA/HO-IIF.)

Pantau - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menghimpun pendanaan sebesar Rp655,5 miliar melalui penerbitan obligasi dan surat berharga perpetual guna memperkuat kapasitas pembiayaan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.

Pendanaan tersebut terdiri atas obligasi senilai Rp435,5 miliar dan surat berharga perpetual sebesar Rp220 miliar yang akan digunakan untuk meningkatkan layanan pembiayaan, konsultasi, serta mitigasi risiko bagi proyek-proyek infrastruktur prioritas.

“Pendanaan baru ini akan membantu IIF meningkatkan layanan kepada klien serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ungkap Presiden Direktur sekaligus Chief Executive Officer IIF Rizki Pribadi Hasan.

Pendanaan Difokuskan untuk Infrastruktur Prioritas

Obligasi diterbitkan dalam tiga tenor, yakni satu, tiga, dan lima tahun dengan rata-rata kupon sekitar 7,4 persen per tahun.

Surat berharga perpetual tersebut menawarkan imbal hasil sebesar 8 persen per tahun.

Sekitar 83 persen obligasi dan surat berharga tersebut diserap oleh perusahaan manajemen aset dan asuransi, sementara sisanya berasal dari korporasi, investor ritel, dana pensiun, dan perbankan.

Rizki mengatakan IIF berperan sebagai pelengkap industri keuangan dan pasar modal dalam memobilisasi modal swasta untuk mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

“IIF memosisikan diri sebagai pelengkap bagi industri keuangan dan pasar modal. Peran kami adalah membantu memobilisasi modal swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan sektor prioritas pembiayaan IIF meliputi konektivitas, infrastruktur digital, dan kesehatan melalui kolaborasi dengan pelaku usaha, regulator, investor domestik maupun asing, serta lembaga pemerintah.

Raih Pengakuan Internasional

Selain memperoleh pendanaan baru, IIF juga meraih tiga penghargaan internasional pada Juni dan Juli 2026 atas kinerja di bidang pembiayaan berkelanjutan, inovasi transaksi, dan penerapan perlindungan sosial.

FinanceAsia Awards 2026 menganugerahkan penghargaan The Biggest Sustainable Impact–Nonbank Financial Institution kepada IIF atas kontribusinya dalam pembiayaan infrastruktur berwawasan iklim dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

IIF juga meraih penghargaan Innovative Deal of the Year dari Asian Banking and Finance Corporate and Investment Banking Awards 2026 atas dukungannya terhadap transaksi sekuritisasi infrastruktur syariah pertama di Indonesia.

Sementara itu, Asian Development Bank (ADB) memberikan penghargaan ADB 2025 Project Implemented Award for Outstanding Social Safeguard Implementation atas pelaksanaan program Leveraging Private Infrastructure Investment senilai 50 juta dolar AS.

Rizki menegaskan penguatan permodalan dan pengakuan internasional tersebut menjadi modal bagi IIF untuk terus menghadirkan solusi pembiayaan yang mendukung proyek-proyek dengan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat.

Penulis :
Aditya Yohan