HOME  ⁄  Ekonomi

Kemnaker Modernisasi Pelatihan Pejabat Fungsional untuk Perkuat Layanan Ketenagakerjaan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemnaker Modernisasi Pelatihan Pejabat Fungsional untuk Perkuat Layanan Ketenagakerjaan
Foto: (Sumber :Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi. ANTARA/HO-Kemnaker RI.)

Pantau - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperbarui pola pelatihan pembentukan pejabat fungsional ketenagakerjaan melalui kurikulum berbasis kompetensi (competency-based training) guna memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat dan menyesuaikan kebutuhan dunia kerja.

Transformasi tersebut dirancang agar pelatihan menjadi lebih adaptif, efektif, dan mampu menghasilkan aparatur yang profesional dalam bidang pengawasan ketenagakerjaan, pelatihan vokasi, mediasi hubungan industrial, penempatan kerja, hingga keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi mengungkapkan, "Pejabat fungsional ketenagakerjaan merupakan garda terdepan pelayanan masyarakat. Kualitas pelayanan di bidang pengawasan, mediasi hubungan industrial, penempatan kerja, pelatihan vokasi, hingga pembinaan K3 sangat ditentukan oleh kompetensi mereka."

Terapkan Pembelajaran Daring dan Praktik di Lapangan

Melalui pola baru tersebut, Kemnaker menerapkan metode Massive Open Online Course (MOOC) sehingga peserta dapat mempelajari materi konseptual secara mandiri melalui pembelajaran daring.

Sementara itu, sesi tatap muka difokuskan pada praktik, studi kasus, simulasi, serta penguatan kompetensi yang relevan dengan tugas di lapangan.

Cris mengungkapkan, "Proses belajar juga diperkuat melalui on the job training atau pembelajaran langsung di unit kerja masing-masing agar kompetensi yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam pelaksanaan tugas."

Dukung Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan

Kemnaker menegaskan perubahan durasi pelatihan tidak akan menurunkan standar kompetensi, melainkan membuat proses pembelajaran lebih efektif dan efisien.

Transformasi ini juga menjadi bagian dari pengembangan Kemnaker Corporate University sebagai sistem pembelajaran berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi pegawai.

Menurut Cris, sekitar 2.600 usulan calon peserta pelatihan dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah menunjukkan tingginya kebutuhan peningkatan kompetensi aparatur.

Ia mengungkapkan, "Pelatihan kini bukan lagi sekadar kegiatan di ruang kelas, melainkan pembelajaran berkelanjutan yang terintegrasi dengan lingkungan kerja. Keberhasilannya bergantung pada komitmen peserta, dukungan pimpinan, serta peran mentor dalam mendampingi peserta."

Penulis :
Ahmad Yusuf