
Pantau - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memastikan kesiapan anggaran untuk mendukung implementasi program biodiesel 50 persen (B50) serta subsidi solar bagi nelayan sesuai kebijakan pemerintah.
Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP Muhammad Alfansyah mengatakan BPDP siap mendukung pembiayaan kedua program tersebut.
BPDP Siapkan Dana untuk B50 dan Program Sawit
"(Soal kesiapan anggaran) BPDP siap support saja," ujar Alfansyah.
Ia memperkirakan kebutuhan dana program biodiesel B50 pada 2026 mencapai sekitar Rp32,3 triliun.
Meski demikian, Alfansyah menegaskan seluruh program strategis di sektor sawit tetap berjalan, termasuk program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan sumber daya manusia, serta pendanaan riset.
"Sudah saya sampaikan tadi, PSR, sarpras, riset, SDM, tidak boleh tidak ada dananya, itu pasti harus ada," ungkapnya.
Subsidi Solar Nelayan Kurang dari Rp1,5 Triliun
Selain mendukung implementasi B50, BPDP juga menyiapkan anggaran untuk subsidi 400 ribu kiloliter solar bagi nelayan.
Menurut Alfansyah, kebutuhan anggaran diperkirakan kurang dari Rp1,5 triliun dengan asumsi subsidi sebesar Rp3.600 per liter untuk alokasi 400 ribu kiloliter solar.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pemberian harga khusus bahan bakar minyak sebesar Rp15.000 per liter bagi pengusaha nelayan yang mengoperasikan kapal berukuran 30 hingga 200 gross ton (GT).
"Karena pengusaha nelayan ini perlu diberikan harga kekhususan, tadi dibahas bahwa harga yang disepakati adalah di harga Rp15.000 per liter," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Airlangga menjelaskan harga produksi solar dalam negeri rata-rata mencapai sekitar Rp18.600 per liter, sedangkan selisih sekitar Rp3.600 per liter akan ditanggung melalui dana BPDP dan bukan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
- Penulis :
- Aditya Yohan





