HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Menguat Tipis ke Level 6.041,97 Didorong Inflasi AS yang Melandai dan Sentimen Positif Domestik

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

IHSG Menguat Tipis ke Level 6.041,97 Didorong Inflasi AS yang Melandai dan Sentimen Positif Domestik
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 2,45 poin atau 0,04 persen ke posisi 6.041,97 pada perdagangan Rabu sore seiring sentimen positif dari melandainya inflasi Amerika Serikat (AS) yang meredam ekspektasi pengetatan kebijakan moneter oleh The Fed.

Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut menguat 1,01 poin atau 0,17 persen ke posisi 599,90.

Sentimen Global dan Domestik Dorong Penguatan

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, "IHSG dan bursa regional Asia bergerak menguat, rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) meredam ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed."

Data inflasi tahunan AS tercatat turun menjadi 3,5 persen pada Juni dari 4,2 persen pada Mei 2026.

Angka inflasi Juni tersebut juga lebih rendah dibandingkan perkiraan pasar sebesar 3,8 persen.

Inflasi yang lebih rendah mendorong sentimen positif karena mengurangi ekspektasi terhadap pengetatan kebijakan moneter The Fed dalam waktu dekat.

Ketua The Fed Kevin Warsh kembali menegaskan komitmen bank sentral untuk memulihkan stabilitas harga saat memberikan kesaksian di Kongres.

Kevin Warsh tidak memberikan sinyal kebijakan moneter yang lebih agresif.

Pelaku pasar masih memperkirakan sekitar 50 persen peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026 akibat meningkatnya kembali ketegangan antara AS dan Iran.

Ketegangan tersebut mendorong kenaikan harga minyak sehingga tekanan inflasi masih menjadi perhatian pasar.

Dari dalam negeri, pemerintah menegaskan tidak akan menaikkan tarif pajak sebagai bagian dari upaya meningkatkan penerimaan negara tanpa menambah beban tarif.

Kebijakan tersebut menjadi sentimen positif bagi dunia usaha karena mengurangi risiko kenaikan beban pajak perusahaan dan membantu menjaga daya saing.

Pemerintah memilih memperluas basis pajak melalui peningkatan kepatuhan wajib pajak serta digitalisasi perpajakan yang dinilai lebih mendukung pertumbuhan ekonomi dibandingkan menaikkan tarif pajak.

Pergerakan Saham dan Bursa Regional

IHSG dibuka menguat pada awal perdagangan dan bertahan di zona positif sepanjang sesi pertama.

Pada sesi kedua, IHSG tetap berada di zona hijau hingga penutupan perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menguat dengan sektor barang baku memimpin kenaikan sebesar 0,67 persen.

Sektor properti naik 0,64 persen.

Sektor transportasi dan logistik menguat 0,32 persen.

Lima sektor mengalami pelemahan dengan sektor kesehatan turun paling dalam sebesar 0,60 persen.

Sektor industri melemah 0,38 persen.

Sektor barang konsumen primer turun 0,34 persen.

Saham INAI, RANS, PRDL, AGAR, dan GDST menjadi saham dengan penguatan terbesar pada perdagangan hari ini.

Saham COCO, SKBM, CASA, SQMI, dan RUNS menjadi saham dengan pelemahan terbesar.

Frekuensi perdagangan saham mencapai 2.008.000 kali transaksi dengan volume 21,78 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar Rp11,33 triliun.

Sebanyak 348 saham menguat, 286 saham melemah, dan 331 saham tidak mengalami perubahan.

Bursa saham regional Asia pada penutupan perdagangan sore menunjukkan Indeks Nikkei menguat 1,49 persen ke 68.775,00, Indeks Shanghai melemah 0,29 persen ke 3.955,58, Indeks Hang Seng menguat 1,40 persen ke 24.681,10, Indeks Kospi menguat 6,24 persen ke 7.284,41, dan Indeks Strait Times naik 1,09 persen ke 5.554,66.

Penulis :
Leon Weldrick