
Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengukuhkan lima profesor riset baru sebagai bagian dari penguatan kontribusi riset bagi pembangunan nasional, dengan Kepala BRIN Arif Satria menegaskan para profesor riset harus menjadi teladan dalam merespons perubahan dan memimpin masa depan.
Lima Profesor Riset Resmi Dikukuhkan
Lima profesor riset yang dikukuhkan berasal dari berbagai bidang, yakni Johnny Walker Situmorang dari Pusat Riset Koperasi, Korporasi dan Ekonomi Kerakyatan, Hidayat dari Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air, Tri Marwati dari Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan, Umi Muawanah dari Pusat Riset Ekonomi Industri, Jasa, dan Perdagangan, serta Wahyu Pudji Nugraheni dari Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi.
Dalam Sidang Terbuka Orasi Ilmiah Profesor Riset di Jakarta, Kamis (16/7/2026), Arif mengatakan profesor riset memiliki peran strategis sebagai teladan bagi para periset nasional.
"Saya berharap para profesor ini menjadi role model, menjadi teladan dalam rangka untuk merespons perubahan," kata Arif.
Ia menjelaskan profesor riset diharapkan mampu memimpin perubahan bahkan memimpin masa depan melalui kemampuan berimajinasi dan menghasilkan inovasi.
Dorong Karya yang Menginspirasi
Arif menegaskan BRIN telah menyusun Peta Jalan Riset Nasional hingga 2035 sebagai panduan pengembangan riset yang mampu menjawab tantangan pembangunan dan perkembangan teknologi.
Ia juga mengingatkan pentingnya adaptasi terhadap perubahan agar Indonesia tidak bergantung pada teknologi yang berpotensi menjadi usang.
"Jangan sampai industrialisasi yang ada di Indonesia adalah industrialisasi yang berbasis pada existing technology. Ini sudah banyak investasi yang kita rasakan, yang kemungkinan besar akan obsolete, karena teknologinya sudah bergeser, bergeser, dan bergeser," ujarnya.
Arif berharap para profesor riset tidak hanya menghasilkan penelitian, tetapi juga menjadi sumber inspirasi melalui karya yang berdampak bagi masyarakat.
"Makanya tidak mudah menjadi sumber inspirasi, karena inspirasi itu bukan semata-mata karena kata-kata, tapi inspirasi harus berbasis pada karya. Sehingga kita harapkan para profesor seperti ini harus punya karya-karya yang menginspirasi," tegasnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





