HOME  ⁄  Ekonomi

PEM Akamigas Kukuhkan 207 Lulusan, Keterserapan Kerja Capai 90 Persen

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PEM Akamigas Kukuhkan 207 Lulusan, Keterserapan Kerja Capai 90 Persen
Foto: (Sumber :Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas megukuhkan 207 lulusan dari lima program studi dalam Wisuda Program Sarjana Terapan ke-55 Tahun Akademik 2025/2026 di Cepu, Jumat (17/7/2026) (ANTARA/HO-PEM Akamigas).)

Pantau - Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas mengukuhkan 207 lulusan dari lima program studi dalam Wisuda Program Sarjana Terapan ke-55 Tahun Akademik 2025/2026 di Cepu, Jumat (17/7), dengan 85 lulusan meraih predikat cum laude serta tren keterserapan kerja yang terus meningkat.

Keterserapan Lulusan Terus Meningkat

Sebanyak 207 lulusan berasal dari Program Studi Teknik Produksi Minyak dan Gas, Teknik Pengolahan Minyak dan Gas, Teknik Mesin Kilang, Teknik Instrumentasi Kilang, serta Logistik Minyak dan Gas.

Lulusan tersebut terdiri atas mahasiswa jalur mandiri, penerima beasiswa Kementerian ESDM, serta penerima beasiswa hasil kerja sama dengan pemerintah daerah dan mitra industri.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika mengungkapkan, “Mereka terdiri atas mahasiswa jalur mandiri, penerima beasiswa Kementerian ESDM, serta penerima beasiswa hasil kerja sama dengan pemerintah daerah dan mitra industri, dengan 85 lulusan meraih predikat cum laude.”

Berdasarkan hasil tracer study, tingkat keterserapan lulusan meningkat dari 61 persen pada angkatan 2022 menjadi 90 persen pada angkatan 2025.

Sebanyak 40 persen lulusan tahun 2026 juga telah direkrut perusahaan sebelum wisuda, meningkat dibandingkan 27,1 persen pada tahun sebelumnya.

Erani menegaskan penguatan sumber daya manusia vokasi menjadi faktor penting dalam mendukung ketahanan energi nasional dan pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah.

Ia mengungkapkan, “Melalui visi Asta Cita, ketahanan dan kedaulatan energi nasional menjadi prioritas mutlak. Implementasi program strategis nasional seperti Mandatori Biodiesel B50, persiapan Program E20 berbasis bioetanol, serta percepatan Proyek Strategis Nasional Lapangan Abadi Masela membutuhkan pasokan talenta vokasi yang kompeten dan adaptif di lapangan.”

Ia juga menegaskan, “Oleh karena itu, kebijakan Kementerian ESDM diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya energi dalam negeri, meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi, memperkuat bauran energi nasional, memperluas akses energi yang berkeadilan, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.”

Kurikulum Berbasis STEM Diperkuat

Direktur PEM Akamigas Erdila Indriani mengatakan meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap lulusan kampus tersebut didukung penguatan kurikulum pendidikan vokasi berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang dipadukan dengan program magang industri wajib selama enam bulan.

Ia mengungkapkan, “Kepercayaan masif dari dunia industri ini membuktikan bahwa metode pembelajaran berbasis praktik, kurikulum adaptif yang match dengan kebutuhan riil industri, serta sinergi erat dengan regulator dan pemerintah daerah sukses melahirkan SDM siap kerja. Kami mendidik mahasiswa tidak hanya unggul secara akademis, namun juga memiliki integritas dan karakter kuat untuk menjawab tantangan transisi energi global.”

PEM Akamigas juga mencatat seluruh program Sarjana Terapan telah meraih akreditasi Unggul hingga akhir 2025 dengan mahasiswa yang aktif menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Memasuki Tahun Akademik 2026/2027, kampus tersebut membuka kesempatan bagi mahasiswa internasional melalui skema The Indonesian AID Scholarship (TIAS).

PEM Akamigas juga bersiap membuka tiga program studi baru, yakni D3 Energi Baru dan Terbarukan, D3 Pengolahan Minyak dan Gas, serta D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Minyak dan Gas sebagai bagian dari upaya menyiapkan tenaga vokasi sesuai kebutuhan sektor energi.

Penulis :
Aditya Yohan