
Pantau - Figur publik Kirana Larasati mengajak masyarakat menjadikan emas batangan sebagai instrumen investasi jangka panjang dengan memilih penyedia yang menerapkan harga secara transparan saat menghadiri peluncuran layanan transaksi logam mulia Nellava Bullion di Jakarta, Sabtu (18/7).
Kirana Soroti Pentingnya Investasi Jangka Panjang
Kirana mengatakan investasi logam mulia menjadi salah satu pilihan untuk menjaga nilai aset di tengah pelemahan nilai tukar rupiah.
Ia mengungkapkan, "Menurut saya harus punya investasi logam mulia, karena Rupiah kita melemah dan perbaikannya dari hari ke hari tidak terlalu signifikan. Tapi ini bukan keuntungan jangka pendek, bukan daily trading. Jadi beli, simpan dulu beberapa tahun."
Menurut Kirana, emas maupun perak batangan lebih tepat dijadikan instrumen investasi dibandingkan perhiasan karena nilainya lebih terjaga untuk kebutuhan jangka panjang.
Ia juga mengaku mulai tertarik berinvestasi logam mulia karena terinspirasi kebiasaan sang ibu yang rutin mengoleksi emas batangan sebagai aset.
Selain tujuan investasi, Kirana mengimbau masyarakat memperhatikan transparansi harga sebelum membeli logam mulia agar memperoleh gambaran harga yang jelas saat bertransaksi.
Nellava Bullion Terapkan Harga Mengikuti Pasar Internasional
Dalam kesempatan yang sama, Marketing Director Nellava Group Alif Fauzan mengatakan perusahaannya menerapkan sistem Live International Price yang memperbarui harga emas dan perak setiap 30 detik mengikuti pergerakan pasar internasional.
Menurut Alif, sistem tersebut memungkinkan masyarakat membandingkan harga logam mulia dengan acuan harga internasional melalui situs pemantau harga global maupun kanal resmi perusahaan.
Ia menjelaskan penerapan mekanisme itu bertujuan memberikan harga yang lebih transparan, memperluas akses kepemilikan logam mulia, memperkecil selisih harga saat buyback, serta meningkatkan rasa aman dalam bertransaksi.
Selain emas batangan, Nellava Bullion juga menawarkan perak batangan dengan tingkat kemurnian 99,9 persen sebagai alternatif investasi.
Alif menambahkan seluruh bahan baku emas dan perak yang dipasarkan berasal dari proses daur ulang dan pemurnian yang legal, serta setiap produk dilengkapi fitur verifikasi berupa Near Field Communication (NFC), kode QR, sertifikat akreditasi, dan hasil pengujian menggunakan mesin X-Ray Fluorescence (XRF).
- Penulis :
- Aditya Yohan





