HOME  ⁄  Geopolitik

Laporan Menyebut Lebanon Membutuhkan Lebih dari 20 Miliar Dolar AS untuk Rekonstruksi Pascaperang

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Laporan Menyebut Lebanon Membutuhkan Lebih dari 20 Miliar Dolar AS untuk Rekonstruksi Pascaperang
Foto: (Sumber :Seorang pria bekerja di antara puing-puing rumah yang rusak di Al-Faouqa, Nabatieh, Lebanon selatan, 23 Juni 2026. ANTARA/Xinhua/Ali Hashisho.)

Pantau - Lebanon membutuhkan lebih dari 20 miliar dolar AS untuk pemulihan dan rekonstruksi pascaperang, menurut penilaian kebijakan yang dirilis Pusat Riset dan Studi Kebijakan Arab di Beirut pada Jumat (17/7).

Kerusakan dan Kerugian Ekonomi Capai Miliaran Dolar

Laporan tersebut memperkirakan kerusakan fisik mencapai 6,8 miliar dolar AS dan kerugian ekonomi sebesar 7,2 miliar dolar AS.

Total kerugian langsung dan tidak langsung disebut telah melampaui 65 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Lebanon.

Laporan itu juga menyebut krisis keuangan yang melanda Lebanon sejak 2019 membuat pemerintah tidak mampu membiayai rekonstruksi melalui mekanisme konvensional.

Kondisi tersebut menyebabkan Lebanon sangat bergantung pada hibah dan pinjaman internasional yang dikaitkan dengan reformasi keuangan, administratif, dan institusional yang telah lama tertunda.

Pendanaan Domestik Dinilai Belum Mencukupi

Menteri Keuangan Lebanon Yassin Jaber menyatakan sekitar 200 juta dolar AS telah tersedia sebagai pendanaan domestik untuk memenuhi kebutuhan darurat pascaperang.

Namun, laporan tersebut menilai jumlah itu hanya mencakup sebagian kecil dari kebutuhan rekonstruksi Lebanon dan terutama ditujukan untuk membantu menarik dukungan pendanaan internasional yang lebih besar.

Laporan itu menegaskan tantangan rekonstruksi Lebanon tidak hanya terletak pada upaya memperoleh sumber pendanaan, tetapi juga memastikan dana yang tersedia dapat dikelola secara efektif untuk mendukung pemulihan ekonomi yang berkelanjutan, bukan sekadar respons darurat jangka pendek.

Penulis :
Aditya Yohan