
Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan konflik yang masih berlangsung di Lebanon memperlambat kepulangan warga ke daerah asal mereka meski intensitas pertempuran telah menurun dalam beberapa hari terakhir.
Ratusan Ribu Warga Masih Mengungsi
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) menyebut pertempuran yang masih berlangsung terus berdampak terhadap warga sipil dan menghambat proses pemulihan.
Sejak eskalasi pertempuran antara Israel dan Hizbullah pada awal Maret, lebih dari 741.000 orang telah kembali ke daerah asal mereka.
Namun, lebih dari 412.000 orang masih mengungsi di berbagai wilayah Lebanon, termasuk sekitar 30.000 orang yang masih tinggal di tempat penampungan kolektif.
OCHA mengungkapkan, "Banyak keluarga yang mengungsi dan telah kembali masih mengalami tekanan finansial karena mereka harus menghadapi kerusakan rumah, biaya sewa, biaya transportasi, tagihan utilitas, dan hilangnya mata pencaharian."
PBB Serukan Dukungan Kemanusiaan Berkelanjutan
PBB bersama mitra kemanusiaannya terus menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak konflik.
Sejak eskalasi perseteruan, hampir 840.000 orang telah menerima bantuan tunai darurat sedikitnya satu kali.
OCHA kembali menyerukan perlindungan terhadap warga sipil serta dukungan kemanusiaan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang masih terdampak konflik.
Hingga Jumat (17/7), kurang dari separuh dari kebutuhan dana darurat sebesar 640 juta dolar AS yang diajukan melalui permohonan bantuan kemanusiaan berhasil dihimpun.
- Penulis :
- Aditya Yohan





