
Pantau - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan fenomena El Nino tidak akan mengganggu ketahanan pangan Indonesia karena pemerintah telah memperkuat cadangan pangan dan melakukan langkah antisipasi sejak dini.
Amran mengatakan pemerintah telah menyiapkan mitigasi berdasarkan prediksi El Nino yang muncul beberapa bulan sebelumnya dengan memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
Ia mengungkapkan, "Sekarang alhamdulillah, ini atas arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) Tidak usah khawatir. El Nino yang dulu lebih dahsyat daripada sekarang. Kemarin katanya bulan empat, tapi (malah ada) banjir. Bulan lima, bulan enam, banjir. Bulan tujuh juga masih ada banjir. Nah, bulan delapan katanya lagi."
Amran menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena kesiapsiagaan pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan pokok strategis telah diperkuat.
Ia mengatakan, "Ini (prediksinya) ada El Nino Godzilla, bulan empat, ternyata (malah) banjir. Alhamdulillah tidak jadi, tetapi bisa membuat petani takut tanam."
Stok Cadangan Pangan Dipastikan Aman
Berdasarkan data Bapanas, stok Cadangan Pangan Pemerintah berupa beras di Perum Bulog mencapai 5,24 juta ton per 20 Juli 2026.
Cadangan pangan pemerintah daerah tingkat provinsi tercatat sebanyak 7,35 ribu ton hingga akhir Juni 2026.
Cadangan pangan pemerintah daerah tingkat kabupaten dan kota mencapai 13,15 ribu ton yang tersebar di 323 daerah.
Pemerintah juga memiliki stok jagung pakan sebanyak 176 ribu ton yang disalurkan kepada peternak unggas melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Selain itu, pemerintah masih memiliki cadangan minyak goreng sebanyak 1 ribu kiloliter, gula konsumsi sekitar 2,79 ribu ton, dan daging ayam sebanyak 38 ton.
Produksi Pangan dan Harga Tetap Terkendali
Amran menyatakan komoditas yang mudah rusak seperti cabai, bawang merah, dan telur ayam ras tetap dapat dipenuhi dari surplus produksi dalam negeri.
Ia menjelaskan berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), hingga pekan ketiga Juli 2026 hanya empat provinsi mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), sedangkan 34 provinsi mencatat penurunan.
Amran mengatakan Indonesia telah mencapai swasembada pangan, termasuk beras dan jagung, lebih cepat dari target empat tahun yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.
Ia mengungkapkan, "Kita bisa wujudkan mimpi kita, gagasan besar Bapak Presiden. Sekarang sudah swasembada beras. Swasembada pangan juga sudah."
Amran juga menyampaikan laporan terbaru Food and Agriculture Organization (FAO) memproyeksikan produksi beras Indonesia terus meningkat pada 2026.
Ia mengatakan, "Ini FAO, dunia mengakui kita. Tadi aku lihat Malaysia itu ribut sekarang, kesulitan beras. Dia impor kalau tidak salah, 40 apa 60 persen. Tapi Indonesia, kita nomor dua tertinggi dunia sekarang. Baru diumumkan, FAO mengumumkan tahun 2026 Indonesia bisa mencapai produksi (beras) 38 juta ton."
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





