
Pantau - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menilai harga hidrogen berpotensi menjadi jauh lebih kompetitif dibandingkan bahan bakar minyak (BBM) seiring gejolak geopolitik global dan semakin sulitnya memperoleh pasokan minyak dari blok-blok baru.
Bahlil menyampaikan pandangan tersebut saat membuka Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES) 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Ia mengungkapkan, "Tidak akan lama lagi, harga hidrogen akan jauh lebih kompetitif dengan sumber-sumber bahan bakar lainnya."
Biaya Hidrogen Dinilai Masih Lebih Mahal
Bahlil mengatakan tantangan utama dalam pengembangan hidrogen saat ini adalah biaya produksinya yang masih lebih tinggi dibandingkan produk energi lainnya.
Ia membandingkan harga hidrogen dengan biodiesel B50 non-PSO yang digunakan sektor industri yang saat ini berada di kisaran Rp18.600 per liter.
Menurutnya, bus berbahan bakar B50 mampu menempuh sekitar 3,5 hingga 4 kilometer per liter.
Bahlil mengungkapkan, "Kalau pakai bus, itu 1 liter mencapai 3,5–4 km. Kalau diumpamakan dengan hidrogen, ternyata (harganya) masih di atas daripada harga B50. Hidrogen masih agak lebih mahal."
Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut akan berubah seiring perkembangan situasi global yang memengaruhi pasar energi.
Bahlil menyoroti gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah yang masih berlangsung serta perang yang terus terjadi di berbagai wilayah.
Ia juga menilai pasokan minyak dari blok-blok baru semakin sulit ditemukan dan diperoleh sehingga kondisi tersebut berpotensi meningkatkan daya saing hidrogen dibandingkan bahan bakar lainnya.
Pengembangan Hidrogen Dukung Swasembada Energi
Bahlil menilai pengembangan ekosistem hidrogen menjadi langkah penting dalam mendukung tercapainya swasembada energi nasional.
Ia mengatakan upaya tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang memerintahkan Kementerian ESDM melakukan konversi penggunaan energi dari bahan bakar fosil menuju energi baru dan terbarukan.
Bahlil mengungkapkan, "Sebuah tantangan untuk kita semua adalah bagaimana mendapatkan teknologi (hidrogen) yang lebih efisien agar kompetitif."
GHES 2026 merupakan forum yang mempertemukan pemerintah, badan usaha, pelaku industri, akademisi, mitra internasional, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat pengembangan ekosistem hidrogen di Indonesia.
Penyelenggaraan GHES 2026 menjadi penegasan komitmen Indonesia dalam mendorong pemanfaatan hidrogen pada sektor transportasi, industri, logistik, dan pelabuhan.
Sektor transportasi menjadi salah satu fokus awal penerapan hidrogen karena dinilai berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus menekan emisi kendaraan.
- Penulis :
- Shila Glorya





