
Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengangkut sebanyak 71.860 ton peti kemas melalui relasi Krenceng–Pasoso–Kalimas sepanjang semester I 2026 guna mendukung kelancaran distribusi logistik, terutama kebutuhan industri di Pulau Jawa.
Distribusi Baja Gulungan Dominasi Angkutan
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan sebagian besar muatan yang diangkut berupa baja gulungan atau steel coil yang didistribusikan dari Banten ke berbagai wilayah di Pulau Jawa.
Ia mengungkapkan, “Melalui layanan angkutan peti kemas dari Krenceng, KAI Daop 1 Jakarta mendukung kelancaran distribusi barang dari Banten menggunakan moda transportasi yang memiliki kepastian jadwal perjalanan dan tidak terpengaruh kemacetan jalan raya.”
Layanan angkutan barang tersebut diberangkatkan dari Stasiun Krenceng di Kota Cilegon, Provinsi Banten, dengan frekuensi perjalanan satu kali setiap dua hari.
Volume angkutan peti kemas pada semester I 2026 tercatat menurun 4.738 ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 76.598 ton.
Secara bulanan, volume angkutan mencapai 10.634 ton pada Januari, 7.292 ton pada Februari, 9.831 ton pada Maret, 11.843 ton pada April, 15.964 ton pada Mei, dan meningkat menjadi 16.296 ton pada Juni.
Dukung Efisiensi Logistik dan Penanganan ODOL
Franoto menjelaskan pemanfaatan kereta api sebagai moda distribusi barang dalam jumlah besar sejalan dengan upaya pemerintah menangani kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) di jalan raya.
KAI juga mengajak pelaku industri dan perusahaan logistik untuk memanfaatkan angkutan barang berbasis rel karena memiliki kapasitas besar, jadwal yang pasti, serta tingkat keamanan yang lebih baik.
Franoto mengatakan, "Dengan beralih ke angkutan rel, distribusi logistik dapat berlangsung lebih efisien sekaligus mendukung keselamatan transportasi nasional.”
KAI menilai optimalisasi angkutan barang berbasis kereta api menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan efisiensi distribusi logistik sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan berat di jalan raya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





