HOME  ⁄  Ekonomi

Stasiun Pasar Senen Catat Aktivitas Penumpang Tertinggi pada Semester I 2026, KAI Ungkap Sebaran Mobilitas Masyarakat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Stasiun Pasar Senen Catat Aktivitas Penumpang Tertinggi pada Semester I 2026, KAI Ungkap Sebaran Mobilitas Masyarakat
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Aktivitas di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. ANTARA/HO-KAI.)

Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat Stasiun Pasar Senen, Jakarta, sebagai stasiun dengan aktivitas penumpang tertinggi selama Semester I 2026 dengan total 3.849.606 aktivitas naik dan turun pada layanan kereta api jarak jauh.

KAI mencatat total aktivitas naik dan turun penumpang di 232 stasiun kereta api jarak jauh maupun lokal di Jawa dan Sumatera sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai 59.716.534 aktivitas.

Pasar Senen Pimpin Daftar Stasiun Terpadat

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, "Stasiun Pasar Senen menempati posisi tertinggi dengan 3.849.606 aktivitas, disusul Gambir sebanyak 3.227.508 aktivitas dan Yogyakarta 3.217.240 aktivitas."

  • Stasiun Semarang Tawang berada di posisi berikutnya dengan 2.152.894 aktivitas.
  • Stasiun Surabaya Gubeng mencatat 1.904.845 aktivitas.
  • Stasiun Purwokerto mencatat 1.839.475 aktivitas.
  • Stasiun Surabaya Pasarturi mencatat 1.823.529 aktivitas.
  • Stasiun Semarang Poncol mencatat 1.740.518 aktivitas.
  • Stasiun Solo Balapan mencatat 1.706.290 aktivitas.
  • Stasiun Bandung melengkapi daftar 10 stasiun terpadat dengan 1.694.448 aktivitas.

Anne menjelaskan sebanyak 36.560.181 aktivitas atau 61,22 persen dari total aktivitas penumpang berlangsung di 222 stasiun di luar kelompok 10 stasiun dengan volume tertinggi.

Menurut Anne, komposisi tersebut menunjukkan kebutuhan perjalanan masyarakat tersebar di berbagai daerah dengan beragam tujuan.

Anne mengungkapkan, "Sebaran ini memperlihatkan peran transportasi dalam memperluas kesempatan masyarakat.”

Stasiun Baru Mulai Menunjukkan Pertumbuhan

KAI mulai melayani aktivitas naik dan turun penumpang di Stasiun Comal, Plabuan, dan Rajapolah sejak April 2026.

Stasiun Comal mencatat peningkatan dari 512 aktivitas pada April menjadi 5.623 aktivitas pada Mei dan 5.861 aktivitas pada Juni, sehingga total selama tiga bulan mencapai 11.996 aktivitas.

Stasiun Plabuan mencatat 23 aktivitas pada April, meningkat menjadi 375 aktivitas pada Mei dan 416 aktivitas pada Juni dengan total 814 aktivitas.

Stasiun Rajapolah mencatat kenaikan dari 88 aktivitas pada April menjadi 154 aktivitas pada Mei dan 286 aktivitas pada Juni dengan total 528 aktivitas.

Secara keseluruhan, ketiga stasiun tersebut melayani 623 aktivitas pada April, meningkat menjadi 6.152 aktivitas pada Mei dan 6.563 aktivitas pada Juni, sehingga total pelayanan selama tiga bulan mencapai 13.338 aktivitas.

Anne mengatakan, “Perkembangan Comal, Plabuan, dan Rajapolah menunjukkan kebutuhan perjalanan mulai terlihat ketika pelayanan naik dan turun tersedia."

Anne menegaskan pemerataan akses transportasi sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Ia mengungkapkan, “Pemerataan transportasi pada akhirnya membuka pemerataan kesempatan. Ketika perjalanan semakin mudah direncanakan, masyarakat memiliki ruang yang lebih luas untuk belajar, menjaga kesehatan, bekerja, berdagang, dan meningkatkan kualitas hidup.”

Penulis :
Ahmad Yusuf