
Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkuat integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun Sudirman Baru di Jakarta melalui penataan akses dan pembangunan sejumlah fasilitas penghubung untuk meningkatkan kenyamanan serta kemudahan mobilitas penumpang Commuter Line.
Pengembangan tersebut membuat Stasiun Karet tetap berfungsi sebagai pintu akses pelanggan menuju perjalanan KRL yang terpusat di Stasiun Sudirman Baru.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pengembangan Stasiun Karet merupakan bagian dari peningkatan kualitas fasilitas sekaligus konektivitas layanan transportasi rel perkotaan.
“Stasiun Karet tetap memiliki peran sebagai pintu akses pelanggan. Melalui pengembangan fasilitas ini, KAI menata akses dan area pendukung agar pelanggan dapat melakukan perjalanan dengan lebih nyaman, aman, dan tertata yang terpusat di Stasiun Sudirman Baru,” ujar Anne.
KAI menegaskan Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru tetap memiliki fungsi masing-masing dengan integrasi dilakukan melalui penataan akses pelanggan dan fasilitas penghubung antarkawasan.
KAI Siapkan Tiga Travelator
KAI akan membangun satu unit travelator datar sepanjang 20 meter dan dua unit travelator vertikal sebagai fasilitas penghubung dari Stasiun Karet menuju Stasiun Sudirman Baru.
Fasilitas tersebut disiapkan untuk memudahkan perpindahan pelanggan menuju layanan Commuter Line di Stasiun Sudirman Baru.
Penataan sisi Stasiun Karet juga meliputi peningkatan lanskap, area drop off untuk kendaraan lanjutan termasuk ojek daring, pemanfaatan area stasiun, serta pembenahan koridor pejalan kaki.
Pada sisi Kendal, pengembangan dilakukan melalui penambahan eskalator akses, kanopi selasar, dan penataan koridor pejalan kaki.
Area pedestrian dan akses kendaraan lanjutan turut ditata untuk memperlancar mobilitas sekaligus mengurangi kepadatan aktivitas di sekitar Stasiun Karet.
Dua Stasiun Layani 6,7 Juta Aktivitas Pelanggan
Berdasarkan data KAI periode Januari hingga Agustus 2026, Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru mencatat total 6.702.680 aktivitas pelanggan.
Sebanyak 4.909.334 aktivitas pelanggan tercatat di Stasiun Karet, sedangkan Stasiun Sudirman Baru melayani 1.793.346 aktivitas pelanggan.
KAI menyebut pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat Jabodetabek yang terus berkembang.
“Melalui pengembangan Stasiun Karet dan konektivitas menuju Stasiun Sudirman Baru, KAI menghadirkan akses pelanggan yang lebih tertata dengan fasilitas pendukung perjalanan yang semakin baik. Penguatan fasilitas ini mendukung pengalaman perjalanan Commuter Line yang lebih nyaman bagi masyarakat,” tutup Anne.
Stasiun Karet telah beroperasi sejak 1922, sedangkan Stasiun Sudirman Baru mulai melayani perjalanan kereta api pada periode 2017–2018 dan memasuki tahap integrasi kawasan pada 2026.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




