HOME  ⁄  Nasional

Bandara Husein Sastranegara Siap Layani Penerbangan Internasional, AirAsia Dijajaki Terbang ke Kuala Lumpur Oktober 2026

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Bandara Husein Sastranegara Siap Layani Penerbangan Internasional, AirAsia Dijajaki Terbang ke Kuala Lumpur Oktober 2026
Foto: General Manager Bandara Husein Sastranegara Granito W Hindrawan mengajak awak media meninjau kesiapan fasilitas kedatangan internasional di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Jumat 4/9/2026 (sumber: ANTARA/Fitra Ashari)

Pantau - Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat, menyatakan siap kembali melayani penerbangan internasional dengan tingkat kesiapan fasilitas dan operasional mencapai 99,85 persen.

General Manager Bandara Husein Sastranegara Granito W Hindrawan mengatakan pengelola saat ini tinggal menunggu penetapan dari kementerian terkait agar bandara tersebut dapat kembali berstatus melayani penerbangan internasional.

"Untuk kesiapan pelayanan penerbangan internasional Bandara Husein Sastranegara saat ini, kami nyatakan sudah siap untuk melayani penerbangan internasional. Kita tinggal menunggu bandara ini ditetapkan sebagai bandara internasional," ungkap Granito.

AirAsia hingga Scoot Dijajaki Buka Rute Internasional

Sambil menunggu penetapan pemerintah, pengelola Bandara Husein Sastranegara mulai melakukan penjajakan dengan sejumlah maskapai untuk menghidupkan kembali konektivitas penerbangan internasional dari Bandung.

Salah satu maskapai yang sedang dijajaki adalah AirAsia untuk membuka penerbangan Bandung-Kuala Lumpur yang diperkirakan dapat mulai beroperasi pada Oktober 2026.

Pengelola juga melakukan penjajakan dengan Scoot, maskapai yang berbasis di Singapura, untuk membuka konektivitas penerbangan pada 2027.

Selain itu, penjajakan dilakukan dengan Transnusa untuk melayani penerbangan dari Bandung menuju Johor Bahru.

"Beberapa rute internasional tadi sudah kami sounding, ada Singapura, ada Kuala Lumpur, kemudian ada juga berbagai rute internasional," kata Granito.

Apron Mampu Tampung Delapan Pesawat

Dari sisi operasional, Bandara Husein Sastranegara memiliki apron dengan kapasitas hingga delapan pesawat, terdiri atas enam penerbangan reguler dan dua penerbangan tidak reguler dengan kategori tertentu.

Operasional penerbangan juga ditunjang fasilitas keselamatan dan pemadam kebakaran.

Bandara Husein Sastranegara memiliki landasan pacu atau runway sepanjang 2.220 meter yang antara lain dapat melayani pesawat Boeing 737-800.

Granito menjelaskan keterbatasan lahan membuat landasan pacu tersebut tidak memungkinkan untuk diperpanjang lagi.

"Kita memiliki lahan yang terbatas. Di sisi udara runway kita 2.220 meter dan tidak mungkin lagi dilakukan perpanjangan. Jadi, memang kapasitas ini rasanya sudah kapasitas maksimum yang bisa kita lakukan," ujar Granito.

Meski memiliki keterbatasan lahan dan panjang landasan pacu, kapasitas terminal dinilai masih mencukupi untuk mendukung pertumbuhan jumlah penumpang.

Total luas terminal Bandara Husein Sastranegara mencapai sekitar 17.000 meter persegi, dengan sekitar 12.000 meter persegi untuk pelayanan penerbangan domestik dan sekitar 5.000 meter persegi untuk penerbangan internasional.

Dengan kapasitas tersebut, terminal diproyeksikan mampu melayani sekitar 3,4 juta penumpang domestik dan internasional setiap tahun.

Fasilitas CIQ dan SDM Diperkuat

Persiapan penerbangan internasional turut mencakup pembenahan area komersial, fasilitas pelayanan penumpang, dan area operasional di dalam terminal.

Pengelola juga telah menyiapkan fasilitas untuk mendukung fungsi customs, immigration, quarantine (CIQ), termasuk area bagi Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina.

Untuk proses keberangkatan, area domestik memiliki 16 konter check-in, sedangkan area internasional menyediakan 10 konter check-in.

Area domestik dan internasional masing-masing dilengkapi tiga fasilitas self check-in counter.

Untuk penanganan bagasi, area domestik memiliki dua unit conveyor belt, sementara area internasional memiliki satu unit conveyor belt.

Selain sarana dan prasarana, pengelola memperkuat kesiapan sumber daya manusia melalui pelatihan dan penambahan personel guna mendukung operasional penerbangan internasional.

Penguatan juga dilakukan terhadap petugas pertolongan kecelakaan penerbangan dan pemadam kebakaran (PKP-PK) atau airport rescue and fire fighting (ARFF), dengan kapasitas ditingkatkan dari kategori 5 menjadi kategori 7.

"Kemudian terkait dengan sisi people, kami sudah melakukan berbagai macam pelatihan. Baik kepada petugas information, kepada petugas offsite dan lain-lain," kata Granito.

Pengelola Bandara Husein Sastranegara juga terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk menyiapkan proses dan alur penumpang internasional pada sisi kedatangan maupun keberangkatan.

Dengan kesiapan fasilitas dan operasional mencapai 99,85 persen, pengelola kini menunggu penetapan pemerintah untuk kembali membuka pelayanan penerbangan internasional dari Bandung.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026