
Pantau - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akan membahas pemanfaatan hidrogen sebagai bahan bakar bus TransJakarta bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung setelah usulan tersebut disampaikan dalam pembukaan Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES) 2026 di Jakarta, Selasa.
Bahlil menyampaikan rencana itu sebagai tindak lanjut untuk mendorong pemanfaatan hidrogen di sektor transportasi yang menjadi salah satu fokus awal pengembangan energi bersih di Indonesia.
Ia mengatakan, "Tentang bus, saya coba komunikasikan dengan Pak Gubernur DKI untuk memanfaatkan ini (hidrogen)."
Dorongan Pemanfaatan Hidrogen
Selain sektor transportasi, Bahlil juga menyoroti pemanfaatan hidrogen di sektor petrokimia yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung transisi energi menuju sumber energi yang lebih bersih.
Ia mengungkapkan, "Ini juga penting. Banyak lagi hal-hal lain yang bisa kita lakukan untuk mendorong proses percepatan ini (hidrogen)."
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil sebagai tanggapan atas usulan Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo.
Darmawan meminta Bahlil berkomunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta agar hidrogen dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar armada bus TransJakarta.
Ia mengatakan, "Barangkali Bapak (Bahlil) bisa melobi ke Gubernur DKI, begitu. TransJakarta."
Infrastruktur Sudah Siap
Darmawan mengungkapkan bahwa Hydrogen Refueling Stations (HRS) atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen (SPBH) telah tersedia dan siap digunakan di Jakarta.
Meski infrastruktur pengisian hidrogen telah tersedia, hingga saat ini belum ada armada bus TransJakarta yang menggunakan bahan bakar hidrogen.
Darmawan juga mengungkapkan telah berdiskusi dengan sejumlah produsen kendaraan dari Jepang, Jerman, dan China mengenai ketersediaan bus hidrogen.
PLN menyatakan siap berkolaborasi dengan Pertamina apabila pemerintah memutuskan memanfaatkan hidrogen sebagai bahan bakar transportasi, termasuk untuk TransJakarta.
Kolaborasi tersebut mencakup penyediaan armada bus berbahan bakar hidrogen.
Ia mengatakan, "Nanti Pertamina dengan PLN bersama-sama menyediakan busnya. Tinggal kemudian nanti bus hidrogen ada logonya ESDM, PLN, Pertamina, kita berkolaborasi membangun transportasi berbasis hidrogen."
GHES 2026 merupakan forum yang mempertemukan pemerintah, badan usaha, industri, akademisi, mitra internasional, serta para pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat pengembangan ekosistem hidrogen di Indonesia.
Forum tersebut menegaskan komitmen Indonesia dalam mendorong pemanfaatan hidrogen di sektor transportasi, industri, logistik, dan pelabuhan.
Pemanfaatan hidrogen di sektor transportasi dinilai berpotensi mengurangi penggunaan bahan bakar fosil sekaligus menekan emisi yang dihasilkan kendaraan.
- Penulis :
- Arian Mesa





