HOME  ⁄  Nasional

Bakom Sebut Blok Masela Menjadi Investasi Strategis untuk Ketahanan Energi Indonesia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Bakom Sebut Blok Masela Menjadi Investasi Strategis untuk Ketahanan Energi Indonesia
Foto: (Sumber :Kepala Badan Komunikasi (Ka Bakom) Pemerintah RI Muhammad Qodari memberikan informasi terbaru mengenai program-program strategis pemerintah dalam tayangan video yang diakses dari Badan Komunikasi Pemerintah RI di Jakarta, Selasa (21/7/2026). ANTARA/HO-Badan Komunikasi Pemerintah..)

Pantau - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari menyatakan pembangunan ladang gas di Cekungan Abadi, Blok Masela, Maluku, merupakan investasi strategis yang menjadi fondasi ketahanan dan swasembada energi Indonesia.

Muhammad Qodari mengungkapkan, "Blok Masela adalah investasi strategis untuk masa depan Indonesia. Ini adalah langkah nyata pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus membangun fondasi menuju swasembada energi. Ketahanan energi bukan hanya soal memiliki sumber daya alam yang melimpah, yang lebih penting adalah memastikan masyarakat dan dunia usaha memiliki pasokan energi yang andal, berkelanjutan, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang."

Blok Masela memiliki potensi cadangan sekitar 18,54 triliun kaki kubik gas dan diproyeksikan mampu memproduksi sekitar 9,5 juta ton gas alam cair setiap tahun.

Dorong Ketahanan Energi dan Pertumbuhan Ekonomi

Qodari menjelaskan produksi gas dari Blok Masela akan menjadi salah satu penopang utama kebutuhan energi nasional sekaligus memberikan kepastian pasokan energi bagi dunia usaha.

Menurutnya, ketersediaan energi yang andal akan mendukung efisiensi biaya produksi dan memperkuat pengembangan hilirisasi di berbagai sektor industri.

Serap Ribuan Tenaga Kerja dan Perkuat Ekonomi Daerah

Muhammad Qodari mengungkapkan, "Proyek ini akan menjadi penggerak ekonomi, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Kehadirannya akan mendorong investasi baru, meningkatkan penerimaan negara, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta memperluas kesempatan bagi masyarakat lokal untuk meningkatkan keterampilan, dan mengambil bagian dalam berbagai aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitar proyek."

Berdasarkan data Kementerian ESDM, investasi pembangunan Blok Masela mencapai sekitar 20,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp352 triliun dengan potensi penerimaan langsung sebesar 37,8 miliar dolar AS serta potensi penerimaan pajak tidak langsung sebesar 6,43 miliar dolar AS.

Selama masa konstruksi, proyek tersebut diperkirakan menyerap hingga 12.000 tenaga kerja langsung dan 800 hingga 1.000 tenaga kerja saat mulai beroperasi.

Muhammad Qodari mengungkapkan, "Pemerintah memastikan semua tenaga kerja yang terlibat diutamakan dari warga lokal. Kesempatan ini diharapkan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dan wilayah Indonesia Timur secara umum."

Penulis :
Aditya Yohan