
Pantau - Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menilai keberadaan bank emas atau bullion bank nasional berpotensi memperkuat stabilitas ekonomi Indonesia melalui optimalisasi pengelolaan aset emas domestik.
Tauhid mengatakan pengelolaan emas nasional yang kini mencapai 153 ton menjadi langkah positif untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap instrumen investasi berbasis emas.
Ia mengungkapkan, "Untuk berjaga-jaga dampak ekonomi ketika katakanlah kalau di satu negara emasnya semakin banyak, maka memperkuat stabilitas ekonomi."
Cadangan Emas Dinilai Perkuat Ketahanan Ekonomi
Menurut Tauhid, akumulasi cadangan emas yang besar dapat menjadi bantalan ketika terjadi gejolak ekonomi global maupun fluktuasi nilai tukar mata uang asing.
Ia menambahkan sejumlah negara seperti Jerman, China, dan Jepang juga memiliki cadangan emas yang besar sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan ekonomi.
Tauhid menilai peningkatan pengelolaan dan pemanfaatan emas melalui bank emas menjadi langkah penting untuk memperkuat sistem keuangan nasional.
Buka Peluang Pengembangan Instrumen Keuangan
Tauhid menjelaskan emas selama ini menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati masyarakat karena memiliki nilai yang relatif lebih stabil dibandingkan instrumen lainnya.
Ia mengatakan pengelolaan emas melalui bank emas juga membuka peluang pengembangan berbagai instrumen keuangan berbasis emas.
Tauhid mengungkapkan, "Sebagai jaminan pembiayaan, instrumen keuangan, ataupun yang lain."
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan layanan bank emas nasional yang dikelola Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) telah mengelola 153 ton emas dengan nilai diperkirakan mencapai 20 miliar dolar AS sejak diluncurkan pada 2025.
Prabowo mengatakan, "Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, Indonesia punya bank emas, bullion, yang sekarang sudah mengelola 153 ton emas."
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





