HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Targetkan 40 Ribu Desa Tematik Budi Daya Ikan hingga 2029 untuk Perkuat Swasembada Protein dan Ekspor Perikanan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pemerintah Targetkan 40 Ribu Desa Tematik Budi Daya Ikan hingga 2029 untuk Perkuat Swasembada Protein dan Ekspor Perikanan
Foto: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan, didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan pejabat lainnya memberi keterangan kepada awak media usai usai rapat koordinasi terbatas di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Selasa 21/7/2026 (sumber: ANTARA/Harianto)

Pantau - Pemerintah menyiapkan pembangunan 40 ribu desa tematik budi daya ikan secara bertahap hingga 2029 untuk memperkuat swasembada protein nasional sekaligus meningkatkan ekspor perikanan sebagai bagian dari agenda strategis nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Zulkifli Hasan menyampaikan kebijakan tersebut usai rapat koordinasi terbatas bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta pejabat terkait di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Ia mengungkapkan, "Kami rapat koordinasi untuk mengawal, mengamankan, menyukseskan, satu, Kampung Nelayan Merah Putih. Yang kedua, akan dibangun budi daya (ikan) di 40 ribu desa. Ya, itu pekerjaan sangat besar juga. Tidak kalah dengan Koperasi Desa Merah Putih, besar sekali ya."

Pemerintah mengalihkan fokus pembangunan pangan dari keberhasilan swasembada karbohidrat menuju penguatan swasembada protein melalui sektor perikanan.

Pemerintah menargetkan Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan protein dalam negeri, tetapi juga menjadi salah satu eksportir terbesar komoditas perikanan, terutama ikan dan udang.

Dua Program Utama Perikanan Nasional

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menyiapkan dua program utama, yakni pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dan pengembangan desa tematik budi daya ikan di 40 ribu desa di seluruh Indonesia.

Program desa tematik dinilai sebagai pekerjaan besar yang diharapkan memperkuat kemandirian desa dalam memproduksi sumber protein sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Pemerintah menegaskan desa tematik budi daya ikan tidak akan dibangun di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih, melainkan tersebar di berbagai desa yang memiliki potensi pengembangan perikanan darat.

Pelaksanaan program akan didahului sosialisasi secara menyeluruh dan dikoordinasikan lintas kementerian serta lembaga.

Koordinasi tersebut melibatkan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Desa, serta berbagai instansi terkait lainnya.

Zulkifli Hasan menegaskan, "Ini perlu dikoordinasi sehingga ini kita kawal betul agar sukses seperti kita mengawal program-program yang lain."

Komoditas Disesuaikan dengan Potensi Daerah

Pemerintah menyatakan pengembangan desa tematik akan memudahkan penyesuaian komoditas ikan sesuai kebutuhan pasar domestik maupun internasional.

Zulkifli Hasan mencontohkan tingginya permintaan ikan patin dari Arab Saudi yang hingga kini belum dapat dipenuhi secara optimal karena kapasitas budi daya di dalam negeri masih terbatas.

Penyediaan benih ikan akan didukung oleh jajaran teknis Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Komoditas yang dibudidayakan tidak hanya satu jenis ikan, melainkan disesuaikan dengan potensi masing-masing daerah serta kebutuhan pasar.

Zulkifli Hasan mengatakan, "Ikan (yang akan dibudidaya) macam-macam. Nanti tergantung KKP yang akan siapin bibitnya. Nanti lihat, setahun lagi tiap hari orang akan ngomong soal ikan. (Ini) akan dimulai secepatnya."

Pemerintah menargetkan program segera dimulai agar manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat sekaligus mempercepat penguatan sektor perikanan nasional secara berkelanjutan.

Penulis :
Arian Mesa