HOME  ⁄  Ekonomi

Mendag Dorong Produsen Pakan Hewan Lokal Kuasai Pasar Domestik dan Tembus Ekspor

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Mendag Dorong Produsen Pakan Hewan Lokal Kuasai Pasar Domestik dan Tembus Ekspor
Foto: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menghadiri peluncuran merek baru pakan kucing premium, Cat’s Favour, produksi EVO Group dalam gelaran Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026 pada 4-6 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Sabtu (5/9/2026).

Pantau - Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong produsen pakan hewan peliharaan atau pet food meningkatkan nilai tambah, kualitas, dan daya saing produk untuk mengoptimalkan pasar domestik sekaligus memperluas ekspor.

Budi menilai besarnya pasar pakan hewan peliharaan di Indonesia menjadi peluang bagi produsen lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi dan menjadikan produk dalam negeri sebagai pilihan utama di tengah persaingan dengan produk impor.

"Pasar domestik untuk pakan hewan peliharaan sangat besar dan kami dorong produsen lokal untuk memasuki pasar ini dengan lebih optimal. Kementerian Perdagangan mendorong industri ini agar terus berkembang sehingga ekonomi kita juga tumbuh," kata Budi dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Pasar Ekspor Pakan Hewan Indonesia Masih Terbuka

Budi mengatakan peningkatan daya saing tidak hanya dibutuhkan untuk menguasai pasar domestik, tetapi juga menjadi modal bagi produsen pakan hewan Indonesia untuk memperluas ekspor.

Peluang tersebut didukung berbagai perjanjian perdagangan Indonesia dengan negara mitra, termasuk Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) yang diagendakan ditandatangani pada 2026.

"Indonesia sudah memiliki banyak perjanjian dagang dengan berbagai negara, termasuk dengan Uni Eropa yang akan ditandatangani tahun ini. Dengan perjanjian dagang tersebut, peluang pasar bagi produk Indonesia semakin terbuka," jelasnya.

Kinerja ekspor pakan hewan peliharaan Indonesia mencatat tren pertumbuhan sebesar 31,98 persen sepanjang periode 2021-2025.

Nilai ekspor produk tersebut pada 2025 mencapai 8,66 juta dolar AS, dengan India menjadi tujuan utama dengan pangsa 53,60 persen.

Malaysia berada di posisi berikutnya dengan pangsa 18,50 persen, disusul Jepang 8,96 persen, Filipina 7,88 persen, dan Hong Kong 4,77 persen.

Indonesia Baru Kuasai 0,03 Persen Pasar Global

Pada periode Januari-Juni 2026, nilai ekspor pakan hewan peliharaan Indonesia tercatat mencapai 3,43 juta dolar AS.

Indonesia saat ini berada di peringkat ke-59 sebagai pemasok pakan hewan peliharaan di pasar global dengan pangsa sebesar 0,03 persen.

Jerman menjadi salah satu eksportir utama dunia dengan pangsa pasar 12,18 persen, disusul Thailand 10,24 persen, Polandia 9,46 persen, Amerika Serikat 8,68 persen, dan Prancis 8,63 persen.

Budi mendorong pelaku usaha lokal memanfaatkan besarnya pasar dalam negeri dan peluang perdagangan internasional dengan memperkuat kapasitas produksi serta menghasilkan produk berkualitas yang mampu bersaing.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026