
Pantau - Wakil Ketua II DPRD Kota Pontianak Bebby Nailufa menilai penyelenggaraan Polytron Pontianak Indonesia Masters Super 100 mampu menggerakkan ekonomi daerah melalui aktivitas UMKM, perhotelan, restoran, hingga kunjungan penonton dari luar daerah.
“Penyelenggaraan kegiatan bahkan kelas internasional ini sangat jelas dampak pada ekonomi daerah, banyak sektor terdampak positif,” ujar Bebby di Pontianak, Minggu, 6 September 2026.
Menurut Bebby, salah satu dampak ekonomi terlihat dari bergeliatnya UMKM karena terdapat 29 stan usaha mikro, kecil, dan menengah dalam perhelatan bulu tangkis internasional tersebut.
Kehadiran atlet dan penonton dari luar Pontianak juga turut mendorong kebutuhan terhadap penginapan, makanan, serta berbagai layanan lainnya.
“Tentunya adanya perhelatan kelas internasional dari peserta sudah pasti butuh menginap dan makan. Belum lagi penonton dari luar daerah. Penonton lokal juga pasti butuh makan dan lainnya. UMKM hadir di perhelatan. Ini sangat positif menggerakkan ekonomi daerah apalagi Pontianak sebagai kota jasa dan perdangangan yang menjadi andalan,” kata dia.
Pontianak Perkuat Citra sebagai Kota Olahraga
Bebby mengatakan kejuaraan bulu tangkis internasional tersebut juga menjadi momentum bagi Pontianak untuk memperkuat citranya sebagai kota olahraga dengan dukungan GOR Terpadu Ahmad Yani.
Kehadiran atlet internasional dari Indonesia maupun negara lain dinilai memberikan pengalaman sekaligus motivasi kepada atlet lokal untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi.
“Hal tersebut sejalan dengan harapan Pemerintah Kota Pontianak untuk mengembangkan daerah sebagai kota olahraga atau sport city,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat terhadap kejuaraan tersebut juga terlihat dari tiket pertandingan yang selalu habis terjual selama rangkaian kegiatan yang berlangsung sekitar dua pekan.
“Pertandingan ini tentu ditunggu banyak warga dan yang belum dapat tiket, saya rasa nanti mereka nonton di luar di tempat UMKM,” kata dia.
GOR Terpadu Ahmad Yani Perlu Ditingkatkan
Bebby mengatakan sejumlah fasilitas di GOR Terpadu Ahmad Yani masih perlu ditingkatkan agar semakin memenuhi standar penyelenggaraan kegiatan olahraga internasional.
“Dengan adanya kegiatan serupa, agar kita bisa lebih meningkatkan lagi, harus di-upgrade gedung ini supaya bisa lebih memenuhi standar-standar internasional,” katanya.
Ia juga berharap kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan tidak menghambat penyelenggaraan kegiatan olahraga maupun aktivitas masyarakat di Pontianak.
“Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan internasional seperti Indonesia Masters dapat menjadi modal bagi Pontianak untuk menarik lebih banyak kegiatan berskala nasional maupun internasional,” jelas dia.
- Penulis :
- Gerry Eka




