HOME  ⁄  Nasional

Novita Hardini Kenalkan Potensi Trenggalek di Yeosu World Island Fair 2026

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Novita Hardini Kenalkan Potensi Trenggalek di Yeosu World Island Fair 2026
Foto: Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini kenalkan potensi Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur di ajang Yeosu World Island Fair 2026 di Korea Selatan, Sabtu (5/9/1026).

Pantau - Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mengenalkan potensi budaya, pariwisata, dan ekonomi Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, dalam Yeosu World Island Fair 2026 di Korea Selatan yang berlangsung pada 5 September hingga 4 November 2026.

Ajang internasional yang diikuti 30 negara dan tiga organisasi internasional tersebut dimanfaatkan untuk memperluas jejaring global sekaligus membuka peluang promosi pariwisata hingga kerja sama bisnis bagi Trenggalek.

"Kalau hari ini mereka mengenal Turonggo Yakso, maka kita ingin mereka mengenal lebih potensi Trenggalek. Selain berharap mereka datang sebagai wisatawan, mereka akan datang sebagai mitra bisnis, sebagai kolaborator," kata Novita dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Dorong Pariwisata Berbasis Teknologi

Yeosu World Island Fair 2026 yang mengusung tema Island, Connecting the Ocean and the Future dinilai menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai negara dalam isu kepulauan, laut, kebudayaan, masa depan, serta kerja sama maritim internasional.

Novita menilai potensi pariwisata kepulauan Indonesia perlu didukung infrastruktur dan teknologi untuk meningkatkan pengalaman wisatawan sekaligus menghasilkan nilai ekonomi.

"Di mana sumber daya pariwisata kepulauan di Indonesia memiliki potensi luar biasa besar. Namun, kita masih memerlukan dukungan dan sentuhan infrastruktur teknologi yang advance untuk menjadikan daya tarik pariwisata kita tidak hanya murni indah, namun membangun pengalaman berwisata dengan bantuan teknologi. Itulah diplomasi kebudayaan yang menghasilkan nilai nyata," ujarnya.

Menurut Novita, pembangunan infrastruktur daerah kepulauan juga perlu mencakup konektivitas jalan, jaringan listrik, air, hingga layanan digital.

"Saya mendorong bahwa budaya bukan hanya di nikmati sesaat, namun harus menjadi kekuatan ekonomi. Maka infrastrukturnya juga harus menjadi prioritas pembangunan," katanya.

Infrastruktur pendukung tersebut dapat berupa pusat kebudayaan, ruang kreatif, sentra kerajinan, kawasan kuliner, galeri produk lokal, studio kreatif, ruang pertunjukan, pusat pelatihan, digitalisasi produk budaya, serta konektivitas antardestinasi wisata.

Budaya Didorong Menjadi Kekuatan Ekonomi

Novita juga mendorong pengembangan kebudayaan yang terintegrasi dengan teknologi serta memperhatikan isu perubahan iklim dan mitigasi bencana di wilayah kepulauan.

"Jangan sampai wisatawannya datang, tetapi ekosistem pendukung tidak siap," ujarnya.

Ia mencontohkan perlunya sistem informasi terpadu berbasis teknologi yang dapat memudahkan wisatawan mencari informasi mengenai kuliner, destinasi wisata, hingga pusat ekonomi kreatif daerah.

"Di Korea Selatan, kita Mengenal NAVER Map. Indonesia masih jauh dikatakan layak menjadi destinasi dunia jika tidak mengupgrade ekosistem pariwisatanya berbasis digital," ujarnya.

Kabupaten Trenggalek dinilai memiliki modal berupa kekayaan budaya dan sumber daya alam, kreativitas masyarakat, kuliner, kerajinan, serta komunitas seni yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah.

"Karena budaya yang hidup bukan hanya budaya yang dilestarikan tetapi budaya yang mampu menghidupi generasi yang mewarisinya," katanya.

Dalam keikutsertaan Trenggalek pada Yeosu World Island Fair 2026, Novita Hardini memberangkatkan 15 penari terpilih untuk memperkenalkan kesenian daerah di Korea Selatan.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026