
Pantau - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia membidik penguatan hubungan perdagangan dan investasi dengan Sri Lanka melalui peningkatan kerja sama antar dunia usaha yang dibahas dalam pertemuan dengan Duta Besar Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka untuk Indonesia dan ASEAN Shashikala Premawardhana di Jakarta, Rabu (22/7).
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan Indonesia dan Sri Lanka memiliki hubungan persahabatan yang telah terjalin sejak lama.
Ia mengatakan, “Secara historis, kalau kita ingat Konferensi Asia-Afrika hingga Gerakan Non-Blok, Sri Lanka merupakan salah satu pelopor bersama Indonesia. Selain itu, hubungan people-to-people kedua negara juga sudah terjalin sejak lama.”
Kadin Dorong Peningkatan Perdagangan dan Investasi
Menurut Anindya, kunjungan Duta Besar Sri Lanka menjadi momentum untuk memastikan hubungan business-to-business (B2B) berjalan seiring dengan hubungan antar-pemerintah yang telah terjalin baik.
Ia menyebut nilai perdagangan Indonesia dan Sri Lanka saat ini masih memiliki ruang untuk ditingkatkan sekaligus mendorong keseimbangan neraca perdagangan kedua negara.
Ia mengatakan, “Nilai perdagangan Indonesia-Sri Lanka saat ini sekitar 500-600 juta dolar AS per tahun. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa meningkatkannya dan juga membuat neraca perdagangan menjadi lebih berimbang.”
Selain perdagangan, kedua pihak juga membahas peluang peningkatan investasi melalui berbagai proyek di Sri Lanka yang dinilai potensial bagi pelaku usaha Indonesia.
Anindya mengatakan, “Kadin Indonesia tentu dengan senang hati akan mempelopori sekaligus memfasilitasi berbagai bentuk kerja sama tersebut.”
Forum Bisnis dan Promosi Dagang Disiapkan
Kerja sama tersebut direncanakan diwujudkan melalui kolaborasi antar kamar dagang, pembentukan High Level Business Council, serta kemitraan langsung antarpelaku usaha.
Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia dan ASEAN Shashikala Premawardhana mengatakan kunjungannya bertujuan mempererat hubungan bisnis kedua negara yang memiliki ikatan sejarah panjang.
Ia mengungkapkan kedua pihak sepakat menghidupkan kembali berbagai inisiatif kerja sama, termasuk pembentukan Indonesia-Sri Lanka Business Council dan mengaktifkan kembali nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Kadin Indonesia dan Ceylon Chamber of Commerce.
Kedua negara juga akan meningkatkan partisipasi dalam berbagai kegiatan promosi dagang, termasuk keikutsertaan Kadin Indonesia pada Sri Lanka Expo yang dijadwalkan berlangsung pada Januari mendatang.
- Penulis :
- Aditya Yohan





