
Pantau - Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan Republik Indonesia di Manila melaporkan produk kosmetik Indonesia mencatat potensi transaksi sebesar Rp26,35 miliar pada partisipasi perdana di pameran Cosmobeauté Philippines 2026 yang digelar di Filipina.
Atase Perdagangan RI Manila Rahayu Ningsih mengatakan capaian tersebut menunjukkan tingginya minat pasar Filipina terhadap produk kosmetik asal Indonesia.
Rahayu mengatakan, "Potensi transaksi menandai tingginya minat pasar Filipina terhadap produk kosmetik Indonesia. Kami optimistis produk kosmetik Indonesia yang berkualitas dapat diterima dan mampu bersaing di pasar Filipina."
Delapan Pelaku Usaha Tampilkan Beragam Produk
Indonesia hadir melalui Paviliun Indonesia dengan membawa delapan pelaku usaha yang memamerkan berbagai produk, mulai dari riasan, serum, losion tubuh, perawatan rambut, perawatan bayi, parfum, hingga minyak atsiri.
Seluruh pelaku usaha tersebut telah melalui proses open call dan kurasi yang dilakukan Kantor Atase Perdagangan RI Manila bersama Direktorat Ekspor Produk Manufaktur Kementerian Perdagangan pada Maret hingga April 2026.
Selama pameran berlangsung, setiap peserta di Paviliun Indonesia dikunjungi hingga 20 perusahaan dari Filipina, Turki, Thailand, Taiwan, dan Korea Selatan.
Pelaku usaha memanfaatkan ajang tersebut untuk mempromosikan produk, menjajaki kerja sama bisnis, serta membahas peluang impor, distribusi, jasa maklon, dan Original Equipment Manufacturer (OEM).
Filipina Dinilai Menjadi Pasar Potensial
Rahayu mengatakan, "Sepanjang pameran, produk-produk Indonesia cukup diminati dan secara umum mendapat tempat yang baik oleh pasar Filipina karena kualitasnya. Kami berharap, ini dapat menjadi kesempatan untuk produk Indonesia diterima dengan baik."
Kementerian Perdagangan mencatat Filipina merupakan mitra dagang utama Indonesia yang menempati posisi kedelapan sebagai tujuan ekspor dan peringkat ke-21 sebagai negara asal impor Indonesia pada 2025.
Sepanjang 2025, nilai perdagangan Indonesia dan Filipina mencapai 12,02 miliar dolar AS, dengan ekspor Indonesia sebesar 10,22 miliar dolar AS dan impor dari Filipina sebesar 1,80 miliar dolar AS.
Berdasarkan data Trademap, Indonesia menguasai 4,47 persen pangsa pasar produk kosmetik berkode HS 3304 di Filipina.
Atase Perdagangan RI Manila juga mencatat meningkatnya kesadaran masyarakat Filipina terhadap pentingnya skin care sebagai bagian dari kesehatan dan penampilan turut mendorong permintaan produk kecantikan dan perawatan kulit dari Indonesia.
- Penulis :
- Aditya Yohan





