HOME  ⁄  Ekonomi

Praktisi Nilai Penguatan Harga Bitcoin Menjadi Indikasi Pulihnya Sentimen Investor

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Praktisi Nilai Penguatan Harga Bitcoin Menjadi Indikasi Pulihnya Sentimen Investor
Foto: (Sumber :CEO Indodax William Sutanto memberi pemaparan dalam salah satu diskusi aset kripto di Jakarta (Antara/HO/Indodax).)

Pantau - Pelaku pasar aset kripto dalam negeri menilai penguatan harga Bitcoin pada pekan ketiga Juli 2026 menjadi salah satu indikasi pulihnya sentimen investor terhadap aset digital.

Harga Bitcoin Menguat dan ETF Kembali Catat Arus Dana Masuk

CEO Indodax William Sutanto mengatakan harga Bitcoin pada pekan ketiga Juli 2026 menguat hingga sekitar Rp1,18 miliar di pasar Indodax dan berpotensi menjadi faktor pendorong pergerakan harga ke depan.

William menjelaskan produk Bitcoin Spot Exchange-Traded Fund (ETF) di Amerika Serikat kembali mencatat arus dana masuk selama dua pekan berturut-turut.

Berdasarkan data SoSoValue, ETF Bitcoin membukukan net inflow sebesar 75,7 juta dolar AS atau sekitar Rp1,36 triliun sepanjang periode perdagangan 13-17 Juli 2026 setelah sebelumnya mencatat arus keluar sebesar 424,7 juta dolar AS pada awal pekan.

Ia mengungkapkan, "Capaian tersebut menjadi salah satu indikasi mulai pulihnya sentimen investor institusi terhadap Bitcoin setelah beberapa bulan sebelumnya mengalami tekanan arus keluar."

Arus Dana ETF Jadi Indikator Sentimen Investor Institusi

William mengatakan ETF menjadi salah satu instrumen yang banyak dimanfaatkan investor institusi untuk memperoleh eksposur terhadap Bitcoin tanpa harus memiliki aset kripto secara langsung.

Menurutnya, perubahan arus dana ETF kerap menjadi indikator untuk membaca arah sentimen investor institusi terhadap aset digital.

William menambahkan arus dana ETF tidak hanya mencerminkan minat terhadap Bitcoin, tetapi juga menunjukkan investor institusi mulai kembali meningkatkan eksposur terhadap aset berisiko setelah melewati periode ketidakpastian yang cukup panjang.

Penulis :
Aditya Yohan