HOME  ⁄  Ekonomi

Akademisi Sebut Stabilitas Pasokan dan Distribusi Jadi Kunci Menjaga Harga Pangan Tetap Wajar

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Akademisi Sebut Stabilitas Pasokan dan Distribusi Jadi Kunci Menjaga Harga Pangan Tetap Wajar
Foto: (Sumber :Arsip foto - Komoditas cabai rawit merah, bawang putih, dan bawang merah yang dijual pedagang di Pasar Karanganyar Jakarta. ANTARA/Harianto.)

Pantau - Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Imamudin Yuliadi menilai stabilitas pasokan pangan dan kelancaran distribusi menjadi faktor utama agar harga pangan tetap terbentuk secara wajar melalui mekanisme pasar yang sehat dan berkelanjutan.

Imamudin mengatakan, "Perlu menjaga stabilitas pasokan barang serta memperlancar rantai distribusi pangan sehingga mekanisme pasar dapat membentuk harga secara wajar."

Menurutnya, meningkatnya permintaan bahan pangan setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan usai libur sekolah 2026 merupakan dinamika pasar yang normal.

Ia menilai peningkatan permintaan tersebut dapat memberikan manfaat bagi petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM pangan selama berlangsung dalam mekanisme pasar yang sehat.

Imamudin mengatakan, "Dorongan permintaan pangan untuk MBG merupakan sinyal positif bagi pelaku ekonomi, terutama petani dan peternak, karena berpotensi meningkatkan pendapatan mereka."

Imamudin menilai pemerintah memiliki peran penting dalam memastikan pasokan pangan tetap tersedia dan distribusi berjalan lancar agar mekanisme pasar tetap sehat.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau agar kenaikan harga pangan dapat memberikan keuntungan yang optimal bagi petani.

Menurutnya, dukungan serupa juga perlu diberikan kepada nelayan dan pelaku UMKM sehingga manfaat ekonomi dari program MBG dapat dirasakan lebih luas.

Imamudin mengatakan, "Meningkatnya permintaan pangan akibat MBG seharusnya dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat fondasi ekonomi daerah."

Imamudin menilai penguatan efisiensi produksi, pemangkasan rantai distribusi yang tidak rasional, dan perbaikan struktur pasar perlu dilakukan agar ekosistem ekonomi daerah menjadi lebih produktif.

Ia mengatakan, "Efisiensi produksi harus ditingkatkan, jalur distribusi yang tidak rasional dipotong, dan struktur pasar diperkuat sehingga tercipta ekosistem ekonomi daerah yang produktif sekaligus menciptakan peluang kerja baru."

Menurutnya, dengan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan andal, program MBG tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi rakyat.

Ia mengatakan, "Persiapan bahan pangan harus dilakukan secara komprehensif dari hulu hingga hilir sehingga mampu memperkuat ekonomi pertanian dan industri pengolahan pangan."

Penulis :
Aditya Yohan