HOME  ⁄  Ekonomi

PLN EPI Percepat Pengembangan Biohidrogen untuk Perkuat Transisi Energi Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PLN EPI Percepat Pengembangan Biohidrogen untuk Perkuat Transisi Energi Nasional
Foto: (Sumber :Tongkol jagung, sebagai salah satu agricultural waste, dikembangkan menjadi biohidrogen, yang mendukung pemanfaatan energi rendah karbon dan pengembangan ekosistem hidrogen PT PLN EPI. ANTARA/HO-PT PLN EPI.)

Pantau - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mempercepat pengembangan ekosistem biohidrogen sebagai bagian dari strategi perusahaan mendukung transisi energi nasional melalui pemanfaatan biomassa dan energi rendah karbon.

Biomassa Jadi Fondasi Pengembangan Biohidrogen

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan Indonesia memiliki potensi biomassa mencapai 80 juta ton per tahun yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung dekarbonisasi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Ia mengungkapkan, "PLN EPI bertugas memastikan seluruh molekul energi yang dibutuhkan pembangkit tersedia. Ke depan, kami tidak hanya berbicara energi fosil, tetapi juga biomassa, bioenergi, hidrogen, dan amonia sebagai bagian dari transisi energi nasional."

Hokkop menjelaskan sekitar 60 juta ton biomassa masih dapat dikembangkan menjadi berbagai produk energi rendah karbon.

Ia mengungkapkan, "Peluang pengembangan bioenergi masih sangat besar. Biomassa tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk program co-firing PLTU, tetapi juga menjadi bahan baku biohidrogen, biochar, biogas, biomethane, hingga berbagai produk bioenergi bernilai tambah lainnya."

Menurutnya, Indonesia juga memiliki sekitar 3.000 pabrik kelapa sawit yang menghasilkan limbah palm oil mill effluent (POME) sebagai sumber potensial pengembangan biogas dan biohidrogen.

Ia mengatakan, "Potensi ini mampu memperkuat diversifikasi energi sekaligus meningkatkan nilai tambah limbah pertanian dan perkebunan."

Siapkan Roadmap dan Perkuat Kolaborasi

Sejak 2022, PLN EPI membangun ekosistem biomassa melalui kemitraan dengan pemerintah daerah, kelompok tani, koperasi, BUMDes, dan pelaku usaha swasta untuk mendukung rantai pasok bioenergi nasional.

Perusahaan juga mengembangkan compressed biogas (CBG), biochar, serta berbagai inisiatif waste to energy sebagai bagian dari diversifikasi energi.

Dalam roadmap 2026-2030, PLN EPI akan menjalankan studi kelayakan, pilot project, hingga uji coba pemanfaatan hidrogen dan amonia pada pembangkit listrik sebagai tahap menuju komersialisasi.

Hokkop mengungkapkan, "Kami telah menyiapkan roadmap serta membangun kemitraan dengan berbagai penyedia teknologi. Tantangan berikutnya adalah membangun ekosistem yang kuat melalui kolaborasi agar potensi biomassa Indonesia dapat dioptimalkan menjadi fondasi industri hidrogen rendah karbon di masa depan."

PLN EPI telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 16 mitra strategis untuk mengembangkan rantai pasok biomassa, biohidrogen, electro-Sustainable Aviation Fuel (eSAF), dan green ammonia guna mendukung dekarbonisasi sektor pembangkit maupun industri.

Penulis :
Ahmad Yusuf