
Pantau - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat stabilisasi harga daging sapi melalui kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) guna menjaga pasokan, mengendalikan harga di tingkat konsumen, serta mendukung program swasembada sapi nasional.
Harga Daging Sapi Dipastikan Masih Terkendali
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan pemerintah akan menggandeng berbagai pihak dalam upaya menjaga stabilitas harga daging sapi.
Ia mengungkapkan, "Untuk penstabilan harga daging sapi pemerintah akan menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak. Mulai dari BUMD sampai BUMN."
Ketut menjelaskan harga daging sapi sebesar Rp160.000 hingga Rp180.000 per kilogram di sejumlah lokasi penjualan umumnya merupakan produk premium sehingga tidak mencerminkan harga rata-rata di pasaran.
Ia mengatakan, "Ada beberapa wilayah kemarin juga kita turun di (Pasar) Rawamangun, di Senen, ada juga Rp140.000 per kg, (tapi) yang Rp160.000 itu relatif yang benar-benar khas dalam, kemudian dihilangin lemak-lemaknya. Namun demikian tentu kami akan pantau terus."
Bapanas mencatat hingga pekan ketiga Juli 2026 rata-rata harga daging sapi nasional berada di Rp143.601 per kilogram atau sekitar 2,57 persen di atas Harga Acuan Penjualan sebesar Rp140.000 per kilogram.
Pemerintah Dorong Swasembada Sapi
Ketut mengatakan pemerintah terus mendukung program swasembada sapi untuk meningkatkan produksi lokal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Ia mengungkapkan, "Sebagaimana arahan Bapak Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas (Andi Amran Sulaiman) tentu kita terus mendorong dan mendukung swasembada sapi. Mudah-mudahan dengan program swasembada juga bisa menekan impor."
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan, produksi sapi dan kerbau lokal pada 2026 diperkirakan mencapai 2,15 juta ekor atau setara 421,21 ribu ton daging, sedangkan kebutuhan nasional diproyeksikan mencapai 794,29 ribu ton.
Ketut mengatakan pemerintah juga menugaskan BUMN mengimpor daging sapi dan kerbau beku serta berkoordinasi dengan Perumda Pasar Jaya, Berdikari, dan Perusahaan Perdagangan Indonesia untuk memperlancar distribusi.
Ia mengatakan, "Ini salah satu solusi sehingga mudah-mudahan harganya bisa distabilkan."
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



