HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog Cianjur Pastikan Penyerapan Gabah Petani Terus Berjalan Meski Lampaui Target

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Bulog Cianjur Pastikan Penyerapan Gabah Petani Terus Berjalan Meski Lampaui Target
Foto: (Sumber :Kantor Perum Bulog Cianjur, Jawa Barat.ANTARA/Ahmad Fikri. ANTARA/Ahmad Fikri..)

Pantau - Perum Bulog Kabupaten Cianjur memastikan penyerapan Gabah Kering Giling (GKG) dari petani di Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kota Sukabumi terus dilakukan meski realisasinya telah mencapai 130 persen dari target dengan harga pembelian Rp6.500 per kilogram.

Kepala Perum Bulog Cianjur Muhammad Azwar Fuad mengatakan penyerapan gabah tetap dilanjutkan untuk menjaga stabilitas stok dan ketahanan pangan di tiga wilayah tersebut.

Ia mengungkapkan, "Penyerapan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas stok dan ketahanan pangan di tiga wilayah Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kota Sukabumi, dimana hingga Juli 2026 serapan gabah masih cukup tinggi."

Hingga pertengahan 2026, Bulog Cianjur telah menyerap sekitar 74 ribu ton gabah sejak awal masa panen.

Stok beras yang tersedia di gudang Bulog mencapai 30.778 ton dan dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat untuk beberapa bulan ke depan.

Azwar menjelaskan penyerapan gabah hingga Juli 2026 telah mencapai sekitar 130 persen dari target yang ditetapkan sebesar 33.722 ton.

Bulog memastikan penyerapan gabah tetap dilakukan meskipun target telah terlampaui guna menjaga ketersediaan cadangan pangan hingga akhir tahun.

Bulog Cianjur juga menjalankan sejumlah langkah strategis selama musim kemarau panjang, termasuk memperkuat stok beras dan mengoptimalkan penyaluran bantuan pangan pemerintah.

Azwar mengungkapkan, "Untuk menjaga stok aman dan harga terjamin, kami jalankan program bantuan pangan nasional bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mencapai 400 ribu orang di tiga wilayah, dimana bantuan pangan disalurkan selama tiga bulan."

Program tersebut diharapkan menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat di Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kota Sukabumi tetap terpenuhi.

Penulis :
Aditya Yohan