HOME  ⁄  Ekonomi

Wali Kota Sebut Batam Bertransformasi Menuju Industri Berteknologi Tinggi Seiring Lonjakan Investasi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Wali Kota Sebut Batam Bertransformasi Menuju Industri Berteknologi Tinggi Seiring Lonjakan Investasi
Foto: (Sumber :Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra. (ANTARA/Amandine Nadja).)

Pantau - Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyatakan struktur investasi di Kota Batam, Kepulauan Riau, mulai bertransformasi dari industri manufaktur perakitan menuju sektor teknologi informasi dan industri berteknologi tinggi seiring meningkatnya minat investor terhadap pengembangan pusat data.

Investasi Bergeser ke Industri Bernilai Tambah Tinggi

Amsakar yang juga menjabat Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam mengatakan perubahan struktur investasi menjadi indikator meningkatnya kualitas investasi di Batam.

"Industri manufaktur berteknologi tinggi kini menjadi salah satu sektor yang paling diminati investor, disusul industri kimia dan farmasi, perumahan dan kawasan industri, serta transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi," ujarnya.

Ia menjelaskan sektor teknologi informasi kini menjadi salah satu motor baru pertumbuhan investasi, terutama dengan berkembangnya industri pusat data di Batam.

“Dengan ini kami berkomitmen memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, terutama ketersediaan listrik dan air bersih yang menjadi kebutuhan utama industri berbasis teknologi,” katanya.

Amsakar mencontohkan investasi pusat data yang dilakukan PT Altiva Identity Data Center serta rencana kemitraan Firmus Technologies Australia bersama Nvidia untuk membangun fasilitas produksi Graphics Processing Unit (GPU) di Batam yang ditargetkan mulai beroperasi pada triwulan I 2027.

“Transformasi struktur investasi ke bidang teknologi ini seiring dengan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Batam. Kami juga mencatat peningkatan realisasi investasi secara tahunan,” ungkapnya.

Realisasi Investasi Batam Melonjak 62,75 Persen

Pada Semester I 2026, realisasi investasi di Batam mencapai Rp29,89 triliun atau tumbuh 62,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp18,37 triliun.

"Lonjakan ini mencerminkan iklim usaha yang semakin kondusif sekaligus hasil sinergi antara Pemko Batam, BP Batam, pemerintah pusat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan kepastian berusaha bagi investor," katanya.

Jumlah proyek investasi hingga Semester I 2026 tercatat mencapai 15.826 proyek atau meningkat 32,82 persen dibandingkan 11.915 proyek pada periode yang sama tahun lalu.

“Selain jumlah proyek yang meningkat, nilai investasi per proyek juga semakin besar. Rata-rata investasi per proyek naik 22,53 persen, dari Rp1,54 miliar menjadi Rp1,89 miliar, yang menunjukkan masuknya investasi dengan skala dan nilai tambah lebih tinggi,” kata Amsakar.

Berdasarkan data Semester I 2026, lima sektor penyumbang investasi terbesar di Batam meliputi jasa lainnya, industri mesin dan elektronika, industri kimia dan farmasi, perumahan dan kawasan industri, serta transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi.

Sementara itu, Singapura masih menjadi negara asal investasi terbesar di Batam dengan nilai Rp10,89 triliun, disusul Hong Kong, Korea Selatan, Republik Rakyat Tiongkok, dan Amerika Serikat.

Penulis :
Ahmad Yusuf