HOME  ⁄  Ekonomi

KKP Siapkan 200 Kampung Nelayan Merah Putih di Papua untuk Perkuat Ekonomi Pesisir

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

KKP Siapkan 200 Kampung Nelayan Merah Putih di Papua untuk Perkuat Ekonomi Pesisir
Foto: Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf menyampaikan materi mengenai ekonomi biru dalam pembekalan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu 29/7/2026 (sumber: ANTARA/Aria Ananda)

Pantau - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan pembangunan sekitar 200 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Papua sebagai bagian dari perluasan program nasional untuk memperkuat ekonomi pesisir dan meningkatkan kesejahteraan nelayan, dengan prioritas wilayah pesisir, pulau-pulau kecil, dan daerah terpencil.

Pembangunan Kampung Nelayan di Papua

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf mengatakan, "Contohnya nanti di Papua. Kita membangun sekitar 200 titik bersama-sama dengan TNI, 200 titik di Papua untuk Kampung Nelayan Merah Putih."

Program KNMP dirancang untuk mengembangkan kegiatan ekonomi perikanan secara terpadu mulai dari produksi, pengolahan, penyimpanan, hingga pemasaran hasil perikanan.

KKP juga mendorong keterhubungan KNMP dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) serta mengintegrasikan program tersebut dengan Makan Bergizi Gratis (MBG) agar hasil perikanan masyarakat dapat terserap dan memberikan nilai tambah di daerah.

Didit mengungkapkan, "Mengapa kami membangun Kampung Nelayan Merah Putih dan tambak-tambak yang dibutuhkan oleh masyarakat? Ini karena (akan) terjadi peningkatan ekonomi, kesejahteraan, kesehatan, dan lain sebagainya."

KKP telah melakukan asesmen di sejumlah wilayah sebagai dasar pengembangan program, termasuk di Samber-Binyeri, Kabupaten Biak Numfor, Papua, yang dijadikan contoh pengembangan ekonomi masyarakat pesisir.

Nilai Tukar Nelayan (NTN) di Samber-Binyeri meningkat dari 109 menjadi 113 setelah pelaksanaan program pendampingan dan pengembangan kegiatan perikanan, yang mencerminkan peningkatan daya beli serta kesejahteraan rumah tangga nelayan.

Didit mengatakan, "Dan ini kami harapkan daerah-daerah terpencil lainnya dilakukan seperti itu bersama-sama dengan masyarakat setempat."

Pemerintah juga menyiapkan 100 lokasi sebagai model awal pembangunan KNMP yang dapat ditiru dan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah.

Tim Ekspedisi Patriot 2026 dari Kementerian Transmigrasi diminta membantu pelaksanaan program melalui pemetaan potensi wilayah, identifikasi kebutuhan infrastruktur, inventarisasi komoditas unggulan, serta penilaian kesiapan masyarakat.

Didit mengatakan, "Kami berharap nanti Tim Ekspedisi Patriot 2026 bisa memberikan masukan kepada kami mengenai apa saja yang perlu dilakukan dalam pelaksanaan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, termasuk hasil-hasilnya."

Program Ekonomi Biru Berkelanjutan

Selain membangun Kampung Nelayan Merah Putih, KKP menjalankan sejumlah program prioritas ekonomi biru yang meliputi perluasan kawasan konservasi laut, penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pengembangan perikanan budi daya, serta pengurangan sampah plastik di laut.

Pengendalian perikanan tangkap dilakukan melalui pengaturan kuota penangkapan, modernisasi kapal perikanan, ketertelusuran hasil tangkapan, pembenahan rantai dingin, serta pengawasan terhadap jenis dan jumlah komoditas yang ditangkap.

Didit menegaskan, "Perikanan tangkap tidak mengambil habis-habisan dari laut kita. Makanya kami membuat modernisasi kapal perikanan sehingga kita tahu komoditas apa saja yang ditangkap dan jumlahnya bisa diatur."

KKP juga menyiapkan pengembangan budi daya tematik di sekitar 40.000 titik hingga 2029 untuk menyeimbangkan produksi dari perikanan tangkap dan perikanan budi daya sekaligus mengurangi tekanan terhadap stok ikan di laut serta menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat pesisir.

Menurut Didit, pengembangan ekonomi biru harus berkelanjutan, layak dilaksanakan, dapat diterima masyarakat, dan memberikan manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh nelayan serta masyarakat pesisir.

Pada 2026, KKP menargetkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di 1.000 lokasi dengan prioritas awal di lima provinsi di Pulau Papua.

Penetapan lokasi dilakukan setelah melalui survei yang mencakup kesiapan lahan, kondisi sosial ekonomi masyarakat, kegiatan perikanan yang telah berjalan, ketersediaan infrastruktur pendukung, serta komitmen pemerintah daerah.

Penulis :
Arian Mesa