
Pantau - Pakar ekonomi Surya Vandiantara menilai hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengenai persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi tidak dapat dijadikan patokan untuk menilai kondisi riil perekonomian Indonesia karena hanya mengukur persepsi responden.
Survei Dinilai Menggambarkan Persepsi Masyarakat
Surya mengatakan, "Hasil survei SMRC tidak bisa dijadikan alat ukur untuk menilai kondisi riil perekonomian Indonesia, akan tetapi dari hasil survei SMRC kita dapat menyimpulkan bahwa penilaian masyarakat terhadap keberhasilan pemerintah di bidang ekonomi masih rendah."
Menurut Surya, terdapat perbedaan mendasar antara hasil survei persepsi dengan indikator fundamental perekonomian nasional.
Surya mengatakan, "Surplus neraca perdagangan ini melanjutkan tren positif yang dicapai pada pada era pemerintahan sebelumnya di tahun 2023 sebesar 36,93 miliar dolar AS dan tahun 2024 sebesar 31,04 miliar dolar AS."
Ia menyebut Badan Pusat Statistik mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2025 mencapai 41,05 miliar dolar AS.
Surya mengatakan, "BPS mencatatkan pertumbuhan ekonomi kumulatif (cumulative-to-cumulative/c-to-c) tahun 2025 mencapai 5,11 persen. Bertumbuh dari tahun 2024 sebesar 5,03 persen dan tahun 2023 5,05 persen."
Ia juga mengutip data Bank Indonesia yang menunjukkan cadangan devisa pada akhir Juni 2026 mencapai 145,6 miliar dolar AS atau meningkat dibandingkan posisi akhir Mei 2026 sebesar 144,9 miliar dolar AS.
Soroti Pentingnya Penyampaian Capaian Ekonomi
Surya mengatakan, "Ketiga indikator fundamental perekonomian ini baik neraca perdagangan, PDB maupun cadangan devisa merupakan indikator utama yang menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia stabil dan terus bergerak maju."
Menurutnya, rendahnya persepsi masyarakat lebih dipengaruhi minimnya penyampaian informasi mengenai capaian ekonomi dibandingkan kondisi fundamental ekonomi itu sendiri.
Surya mengatakan, "Sehingga yang perlu dilakukan bukanlah menganulir hasil survei SMRC ataupun membuat survei tandingan, melainkan lebih proaktif dalam menyampaikan keberhasilan yang sebenarnya sudah dicapai."
Ia menambahkan kementerian dan lembaga yang menangani sektor ekonomi perlu meningkatkan penyampaian informasi mengenai capaian yang telah diraih agar dapat diketahui masyarakat luas.
Surya mengatakan, "Permasalahan inilah yang akhirnya menyebabkan penilaian masyarakat terhadap ekonomi Indonesia menjadi rendah."
- Penulis :
- Aditya Yohan



