HOME  ⁄  Ekonomi

Pjs Gubernur BI Tegaskan Arah Kebijakan Moneter Tetap Sama Meski Terjadi Pergantian Pimpinan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pjs Gubernur BI Tegaskan Arah Kebijakan Moneter Tetap Sama Meski Terjadi Pergantian Pimpinan
Foto: (Sumber :Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti berjalan untuk mengikuti rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/7/2026). Rapat tersebut membahas keterlibatan Danantara dalam KSSK untuk memperkuat koordinasi kebijakan dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian dan dunia usaha secara lebih menyeluruh. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/agr.)

Pantau - Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menegaskan arah kebijakan moneter tetap tidak berubah setelah pergantian kepemimpinan di bank sentral dengan tetap memprioritaskan stabilitas nilai tukar rupiah dan pengendalian inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

BI Pertahankan Fokus pada Stabilitas Rupiah

Destry Damayanti menegaskan perubahan kepemimpinan di Bank Indonesia tidak mengubah arah kebijakan moneter yang telah dijalankan.

Ia mengatakan, "Saya ingin menekankan bahwa dengan formasi kami sekarang saat ini, posisi kebijakan Bank Indonesia tetap sama. Tidak berubah dibandingkan dengan stance sebelumnya."

Kepemimpinan Bank Indonesia berubah setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur BI pada 26 Juli 2026.

Sesuai Undang-Undang Bank Indonesia, posisi gubernur sementara dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior hingga Presiden mengusulkan calon gubernur definitif dan memperoleh persetujuan DPR.

Destry menjelaskan BI tetap mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan, termasuk intervensi di pasar spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

BI Perkuat Pertumbuhan dan Koordinasi Stabilitas Keuangan

Menurut Destry, ketidakpastian global masih dipengaruhi prospek suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve yang diperkirakan bertahan tinggi lebih lama sehingga berpotensi memberi tekanan terhadap negara berkembang, termasuk Indonesia.

Selain menjaga stabilitas moneter, BI juga memastikan kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, serta dukungan terhadap penyaluran kredit bagi dunia usaha, UMKM, dan sektor prioritas tetap berjalan.

BI juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Dalam pengendalian inflasi pangan, BI melanjutkan sinergi melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP), Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Ia mengatakan, "Kami tetap memfokuskan stabilitas dengan mengoptimalkan berbagai instrumen dan berbagai kebijakan yang kami miliki. Untuk pertumbuhan, tentu kami akan mengoptimalkan kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, atau termasuk juga kebijakan kami dalam mengembangkan UMKM dan juga ekonomi syariah pula dan juga termasuk ekonomi hijau."

Penulis :
Ahmad Yusuf