HOME  ⁄  Ekonomi

Pelaku Pasar Kripto Cermati Sikap The Fed Tahan Suku Bunga, Bitcoin Bertahan di Atas Rp1,15 Miliar

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pelaku Pasar Kripto Cermati Sikap The Fed Tahan Suku Bunga, Bitcoin Bertahan di Atas Rp1,15 Miliar
Foto: (Sumber :Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian memberi pemaparan dalam salah satu diskusi aset kripto di Jakarta. ANTARA/HO/Indodax..)

Pantau - Pelaku pasar aset kripto di Indonesia terus mencermati keputusan Federal Reserve (The Fed) yang mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50–3,75 persen karena dinilai memengaruhi pergerakan harga Bitcoin dan sentimen pasar global.

Keputusan tersebut diumumkan usai pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) dan membuat harga Bitcoin cenderung bertahan di kisaran Rp1.150.000.000 hingga Rp1.172.000.000 di Market Indodax.

Pasar Tunggu Arah Kebijakan The Fed

Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian mengatakan keputusan The Fed mempertahankan suku bunga sesuai dengan ekspektasi pasar sehingga ruang volatilitas akibat kejutan kebijakan menjadi lebih terbatas.

“Bagi pasar, yang terpenting bukan hanya apakah suku bunga dinaikkan atau dipertahankan, tetapi juga seberapa besar kepastian yang diberikan terhadap arah kebijakan berikutnya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan pelaku pasar kini tidak hanya mencermati keputusan suku bunga, tetapi juga keseluruhan pesan bank sentral mengenai prospek ekonomi dan arah kebijakan moneter ke depan.

Menurutnya, kebijakan suku bunga The Fed memiliki pengaruh luas terhadap pasar keuangan global karena memengaruhi likuiditas, biaya pendanaan, serta preferensi investor terhadap aset berisiko, termasuk aset kripto.

Investor Diimbau Tetap Disiplin

Aloysia menilai keputusan The Fed memang menjadi salah satu faktor pembentuk sentimen pasar, namun bukan satu-satunya penentu pergerakan harga aset kripto.

“Oleh karena itu, investor sebaiknya tetap disiplin menjalankan strategi investasinya dan tidak terpaku pada fluktuasi harga dalam jangka pendek, tetapi tetap disiplin menjalankan strategi investasi sesuai tujuan dan profil risikonya,” katanya.

Ia menyebut strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dapat menjadi salah satu pendekatan yang relevan di tengah volatilitas pasar karena memungkinkan investor berinvestasi secara bertahap dengan nominal tetap.

“Melihat kondisi pasar saat ini, DCA dapat menjadi salah satu strategi yang relevan karena membantu investor berinvestasi secara bertahap di tengah volatilitas," ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan investor tetap perlu menerapkan prinsip Do Your Own Research (DYOR) agar setiap keputusan investasi didasarkan pada pemahaman yang memadai.

Penulis :
Aditya Yohan