HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Diprediksi Menguat Usai Suahasil Jadi Menteri Keuangan, Pasar Tetap Cermati The Fed

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rupiah Diprediksi Menguat Usai Suahasil Jadi Menteri Keuangan, Pasar Tetap Cermati The Fed
Foto: (Sumber :Arsip - Pegawai menunjukkan pecahan mata uang rupiah dan dolar AS di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Kamis (20/8/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/tom.)

Pantau - Analis Doo Financial Lukman Leong memperkirakan rupiah berpotensi menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah Suahasil Nazara menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS menyusul pergantian Menkeu dari Purbaya kepada Suahasil, yang diharapkan akan direspons positif dari pasar,” ucapnya di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Suahasil dilantik sebagai Menteri Keuangan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih Sisa Jabatan 2024–2029 yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto pada 14 September 2026.

Sebelum menjadi Menteri Keuangan, Suahasil menjabat Wakil Menteri Keuangan sejak Oktober 2019 dan tetap menduduki posisi tersebut setelah pergantian pemerintahan pada Oktober 2024.

“Sebenarnya investor bukan menyambut positif Menkeu baru, namun lebih pada merespons positif penggantian Pak Purbaya yang selama ini saya pantau, tidak begitu didukung investor dari respons-respons dia, pernyataan maupun pandangan seputar ekonomi,” ungkap Lukman.

Penguatan Rupiah Diperkirakan Terbatas

Lukman memperkirakan ruang penguatan rupiah tetap terbatas karena harga minyak mentah dunia masih tinggi.

Investor juga diperkirakan mengambil sikap wait and see menjelang keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu (16/9/2026).

Kondisi harga minyak dan keputusan kebijakan moneter AS menjadi faktor eksternal yang turut memengaruhi pergerakan rupiah.

Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed

Lukman memperkirakan bank sentral AS atau The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 4 persen.

“The Fed hampir dipastikan menaikkan suku bunga 25 bps (basis points) ke 4 persen,” ujar dia.

Dengan mempertimbangkan faktor domestik dan eksternal tersebut, Lukman memproyeksikan rupiah bergerak pada kisaran Rp17.550 hingga Rp17.700 per dolar AS.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026