HOME  ⁄  Ekonomi

Bapanas Catat 6.589 Gerakan Pangan Murah Digelar di Seluruh Indonesia Sepanjang Januari–Juli 2026

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Bapanas Catat 6.589 Gerakan Pangan Murah Digelar di Seluruh Indonesia Sepanjang Januari–Juli 2026
Foto: Foto: Direktur Stabilisasi Pangan dan Harga Pangan (SPHP) Bapanas Maino Dwi Hartono (kedua kanan) menghadiri pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Tasikmalaya, Jawa Barat, yang diselenggarakan melalui sinergi Bapanas, Pemerintah Kota Tasikmalaya, DPD RI, dan DPR RI. (Sumber: Bapanas.)

Pantau - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat sebanyak 6.589 Gerakan Pangan Murah (GPM) telah digelar di 38 provinsi dan 448 kabupaten/kota sepanjang Januari hingga Juli 2026 sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu masyarakat menghadapi tekanan inflasi nasional.

Direktur Stabilisasi Pangan dan Harga Pangan (SPHP) Bapanas Maino Dwi Hartono menyampaikan capaian tersebut saat pelaksanaan GPM di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, yang diselenggarakan melalui sinergi Bapanas, Pemerintah Kota Tasikmalaya, DPD RI, dan DPR RI.

"GPM Kota Tasikmalaya ini lengkap mulai dari legislator, senator, pemkot, dan tentu Badan Pangan Nasional sendiri," ujarnya.

GPM Dinilai Efektif Menjaga Inflasi

Maino mengatakan GPM menjadi salah satu instrumen utama pemerintah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Ia menjelaskan pelaksanaan GPM secara rutin di berbagai daerah turut berkontribusi dalam mengendalikan inflasi dan meningkatkan keterjangkauan harga pangan.

Berdasarkan data Juni 2026, inflasi nasional tercatat sebesar 3,34 persen, inflasi Jawa Barat sebesar 3,08 persen, sedangkan inflasi Kota Tasikmalaya berada di angka 2,72 persen.

Menurut Maino, inflasi Kota Tasikmalaya juga mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 2,82 persen.

"Inflasi di bulan Juni secara nasional sekitar 3,34 persen. Jawa Barat sedikit lebih rendah di 3,08 persen. Tapi Tasikmalaya hanya 2,72 persen dan ini ternyata turun dari bulan sebelumnya 2,82 persen," ungkapnya.

Maino menyebut daerah yang rutin menggelar GPM setiap bulan cenderung memiliki tingkat inflasi yang lebih stabil.

Provinsi Jawa Barat telah melaksanakan 754 kali GPM sehingga masuk tiga besar provinsi dengan pelaksanaan GPM terbanyak secara nasional.

Sementara itu, Provinsi Jawa Tengah menjadi daerah dengan pelaksanaan GPM terbanyak, yakni mencapai 910 kali dengan tingkat inflasi sebesar 2,92 persen pada Juni 2026.

Jual Bahan Pangan di Bawah Harga Pasar

Maino mengatakan pelaksanaan GPM sejalan dengan arahan Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman agar program tersebut terus digelar bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.

"Sehingga menjadi salah satu instrumen yang signifikan dalam menjaga stabilitas harga pangan," katanya.

Dalam pelaksanaan GPM, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas pangan dengan harga di bawah harga pasar.

Komoditas yang disediakan meliputi beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), minyak goreng kemasan, gula pasir, telur ayam ras, daging ayam segar, dan daging sapi beku.

Penulis :
Arian Mesa