HOME  ⁄  Ekonomi

Perkuat Literasi Keuangan, Asep: Omzet Besar Belum Tentu Untung

Oleh Khalied Malvino
SHARE   :

Perkuat Literasi Keuangan, Asep: Omzet Besar Belum Tentu Untung
Foto: Anggota Komisi VI DPR RI Asep Wahyuwijaya mengingatkan keberhasilan usaha tidak semata ditentukan oleh besarnya omzet. (Foto: Istimewa)

Pantau - Upaya mendorong UMKM naik kelas terus dilakukan melalui penguatan literasi keuangan, langkah ini dinilai penting agar pelaku usaha tidak hanya fokus pada penjualan tetapi juga memahami kondisi keuangan secara menyeluruh.

Anggota Komisi VI DPR RI Asep Wahyuwijaya mengingatkan keberhasilan usaha tidak semata ditentukan oleh besarnya omzet. Ia menilai banyak usaha terlihat berkembang, namun akhirnya kesulitan bertahan karena lemahnya pengelolaan keuangan.

“Kewirausahaan dan literasi keuangan harus berjalan beriringan usaha tidak harus langsung besar tetapi sejak awal harus dibangun dengan cara yang benar pelaku usaha harus mengetahui konsumennya memahami kebutuhan pasar menjaga kualitas produk dan mempertahankan kepercayaan pelanggan,” ujarnya saat kegiatan bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Kegiatan yang digelar di Dramaga, Kabupaten Bogor itu diikuti sekitar 100 pelaku UMKM dari berbagai sektor, mulai dari pertanian hingga ekonomi kreatif. Potensi ekonomi daerah dinilai besar, namun perlu didukung pengelolaan usaha yang profesional.

Asep menyoroti persoalan klasik yang masih sering terjadi di kalangan pelaku UMKM, yakni tercampurnya keuangan usaha dan keuangan pribadi. Kondisi ini membuat pelaku usaha kesulitan mengukur kesehatan bisnis secara objektif.

“Omzet besar belum tentu berarti untung karena itu setiap pemasukan dan pengeluaran harus dicatat uang usaha dipisahkan dari uang pribadi serta penggunaan kredit harus benar-benar diarahkan untuk kegiatan yang produktif,” tegasnya.

Selain pencatatan keuangan, ia juga mendorong pemanfaatan teknologi untuk memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi usaha. Menurutnya, literasi keuangan dan digital menjadi fondasi penting agar UMKM mampu bersaing.

Seorang peserta bernama Nana mengaku mendapatkan pemahaman baru terkait pengelolaan keuangan usaha. Ia menilai materi yang disampaikan membantu dirinya lebih disiplin dalam mencatat transaksi dan mengelola keuntungan.

Asep juga menilai peran perbankan sangat strategis dalam memperkuat ekosistem UMKM, mulai dari pembiayaan hingga edukasi literasi keuangan. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keuangan terus diperkuat.

“Wirausaha mengajarkan masyarakat menciptakan nilai ekonomi sedangkan literasi keuangan memastikan nilai tersebut dapat dikelola dikembangkan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga maupun perekonomian daerah,” pungkasnya.

Penulis :
Khalied Malvino